
Jun memacu mobilnya dengan cepat.. malam ini dia harus segera sampai ke tokyo sebelum jam 12 malam..
ia baru saja selesai dari shooting PV terbaru Arashi di sebuah kota kecil didekat tokyo..
sepanjang jalan ia terlihat bahagia.. mulutnya tak berhenti bersenandung mengikuti lagu yang terdengar dari stereo mobilnya..
disebelah jok kursinya ada sebuah bungkusan berwarna merah dengan pita keemasan yang sangat cantik..
sesekali ia melirik bungkusan itu dan tersenyum..
besok adalah ulang tahun Mao.. ia ingin menjadi orang pertama yang memberikan ucapan selamat pada Mao..
dan ia sudah membayangkan wajah Mao yang penuh dengan senyum ceria serta mata yang berbinar menyambutnya bahagia didepan pintu..
ekspresi itu lah yang telah banyak merubah dirinya dan senyum itu pula membuatnya jatuh cinta entah yang ke berapa ribu kalinya pada sosok mungil yang sangat mempesona itu..
bagi Jun, Mao lah satu2nya gadis yang mampu membuatnya merasakan getaran cinta..
dan ia sangat mencintai Mao.. karna itu dihari yang special ini ia ingin membuat sebuah kejutan yang tak akan Mao lupakan
setelah hampir 3 jam Jun mengendarai mobilnya akhirnya sampai juga ia di depan apartement Mao tepat jam 12 teng..
ia segera berlari menaiki tangga menuju pintu apartemen.. jantungnya berdegub kencang menahan rasa kangen yang menderanya sepanjang perjalanan..
ia membunyikan bell dan berharap Mao belum tertidur malam ini..
"yaa.. tunggu sebentar.." sebuah jawaban datang dari dalam...
syukurlah Mao belum tidur.. gumamnya dalam hati..
tidak lama pintu apartement terbuka dan wajah yang membuatnya kangen setengah mati keluar dari balik pintu.. Mao tersenyum menyambutnya dengan senyuman yang paling manis
"happy birthday sayang..." Jun memberi kecupan dipipinya dan memeluk erat tubuh Mao...
"makasih sayang.." jawab Mao
Jun lalu memberikan bungkusan yang dibawanya..
"untuk kamu.." katanya
"waaw.. makasih ya.." lalu Mao menarik Jun masuk
didalam ternyata Mao sudah menyediakan makanan kesukaan Jun...
"aku tau malam ini kamu pasti datang.. karna itu aku buatkan ini untukmu.." katanya sambil mempersilahkan Jun duduk..
"kenapa kamu bisa yakin aku akan datang..?" tanya Jun..
"hatiku yang bilang.." jawab Mao.. sambil memegang dadanya..
Jun tersenyum dan memberi Mao kecupan dikening..
"arigatou.." katanya lalu duduk untuk bersantap
******
"aku buka sekarang ya sayang..?" tanya Mao setelah mereka selesai bersantap
"yoo.. bukalah.."
Jun merebahkan dirinya disofa mencoba meluruskan badannya yang terasa capai..
Mao mulai membuka bungkusan yang Jun beri.. dan tertawa begitu melihat isi didalamnya..
"KAWAIII Nee..!! tapi buat apa ini Jun.. apa kamu ngga salah bungkus..?" tanyanya keheranan sambil mengeluarkan sepasang sepatu bayi berwarna pink yang terlihat sangat lucu..
Jun menggelangkan kepala lalu bergeser duduknya mendekati Mao..
"waktu aku nyari perlengkapan shooting.. aku tertarik untuk mengunjungi stand perlengkapan anak2.. dan saat aku lihat sepatu ini.. aku langsung teringat kamu.." katanya
"teringat aku..?" tanya Mao lagi keheranan..
"iya.. waktu melihatnya aku tertarik sekali dengan bentuknya yang lucu dan aku berfikir kalo kamu saat itu bersamaku pasti akan berfikir sama denganku dan akan teriak... KAWAII NEE... seperti tadi.."
Mao tertawa mendengarnya...
"hmmm.. ini emang lucu banget Jun dan sudah pasti aku akan teriak KAWAiii.."
"ini bukan kado ulang tahun buatmu.. tapi ini sebuah harapan yang aku titipkan sama kamu.. kamu simpan baik2 ya.."
Jun melingkarkan tangannya dileher Mao dan membawanya kedalam dekapannya...
Mao hanya terdiam ia belum mengerti apa yang Jun maksudkan dengan ucapannya itu..
lalu Jun melanjutkan..
"suatu saat aku ingin melihat bayi kita memakainya.. itu yang aku maksud dengan harapan.. kamu ngerti kan..?" tanyanya lagi...
"aku ingin kamu menjadi ibu dari anak2ku.. karnanya aku titipkan itu sama kamu.."
Jun lalu melonggarkan dekapannya.. ia memandang wajah Mao dengan lembut.. tangannya masih menempel dileher mao..
"masih belum ngerti juga..?" tanyanya sekali lagi
Mao mengangguk pelan
"mmmm.. aku mengerti... ia pasti akan terlihat cantik dengan sepatu ini.. " katanya lalu tersenyum
"terima kasih sayang.. aku juga berharap bisa menjadi ibu dari anak2mu.."
perlahan Jun melepaskan tangannya.. Ia merogoh saku celananya dan mengeluarkan seuntai pita lalu mengikatnya di jari manis Mao..
"dan ini kado ulang tahun dariku yang sebenarnya.." katanya sambil mengeluarkan sebuah benda dari sakunya.. lalu menggantungkan benda itu dipita dan menarik pita lebih tinggi sehingga benda itu tersemat tepat dijari manis Mao...
Mao terkejut melihat cincin yang berkilau cantik sekali tersemat dijarinya..
ia memandangi cincin itu dengan wajah yang tidak percaya dengan apa yang dilihatnya..
"cincin ini mewakili diriku.. mewakili hatiku.." Jun berkata sambil membetulkan letak cincin itu dijari Mao lalu menarik tangan Mao dan menciumnya..
"aku hadiahkan diriku juga hatiku untukmu.." katanya lagi..
kali ini Mao tidak dapat berkata apa2.. ia tidak bisa menahan rasa bahagia..
ia tidak menyangka malam ini ia mendapatkan kado yang paling indah dalam hidupnya..
dan ia juga tidak menyangka Jun mampu merangkai kata2 yang membuatnya terharu..
dia sangat mengenal Jun.. Jun selalu bicara sesuai dengan apa yang ada dihatinya..
dan malam ini Jun memberikan dirinya dan hatinya untuk Mao membuat ia merasa menjadi wanita yang paling bahagia didunia.. hingga tak terasa matanya mulai berkaca2..
"heei... aku ngga bermaksud membuatmu menangis Mao.."ujar Jun tanganya memegang kedua pipi Mao sambil ibu jarinya menyekat air mata Mao yang mulai menetes..
"aku ngga mau melihat air mata kamu di hari yang bahagia ini.." katanya lagi..
"baka.. aku menangis karna terharu.." jawab Mao..
Jun tersenyum melihatnya... lalu ia mengecup kening Mao..
"happy birthday sayang.. semoga semua yang terbaik yang kamu dapatkan dalam hidupmu.." ucapnya..
Mao membalas senyuman Jun dan menjawab..
"arigatou Jun... kamulah hal yang terbaik dalam hidupku.. dan aku bahagia mendapatkanmu.."
0 komentar:
Poskan Komentar