Jun, Aiba dan Sho sedang mengedit lirik lagu untuk solo mereka yang akan dimasukkan di album Arashi yang akan datang
diruangan lainnya nino dan ohno asiek bercanda dengan Mio...
hari itu Jun sengaja membawa mio ke studio karna Mao harus keluar kota untuk keperluan shooting CM terbarunya...
bagi Jun tidak sulit untuk membawa Mio ketempatnya bekerja ntah itu di studio atau di locasi shooting sekalipun karna mio anak yang sangat manis dan tidak merepotkan, biasanya dia akan duduk dengan tenang selama papanya bekerja atau dia bermain dengan crew atau staff yang dikenalnya
pergi menemani papanya bekerja adalah hal yang menyenangkan bagi mio terlebih jika ada ANOS karna Mio sudah sangat akrab dan senang sekali dengan keempatnya
"mio... liat sini... om nino bisa ilangin uang ini... " nino menunjukan uang coin pecahan 10 yen lalu menghilangkannya dengan tanga kosong... "bimsalabim...."
"eeee... uang nya mana om..." tanya Mio keheranan...
"disini...." tangan nino bergerak kebelakang kuping mio dan tiba2 uang itu sudah ada ditangan Nino...
melihat itu Mio langsung bertepuk tangan sambil lompat2...
"hyeeeeyyyy... uangnya ada lagi... uangnya ngga jadi ilang ya oom... ?" tanyanya polos...
"ngga... malah uangnya nambah lagi tuh ada ditangan Mio... coba sini tangannya..."
mio memberikan tangannya dan benar saja coin lain ada ditangan mio... kali ini mio menjerit kegirangan
"oom nino jago kan...? kasih oom nino sun dong..." pinta nino
mio mendekati nino dan memberinya ciuman dipipi... tapi kemudian matanya tertuju pada ohno yang sedang menggambar seorang gadis cilik yang terlihat sangat manis dengan dua ekor kuda dan mata yang bulat bersinar... mio menghampirinya dan bertanya...
"ini mio ya oom...?"
"heemmm siapalagi... ngga ada anak lain yang semanis mio..."
mio tersenyum senang...
sudah banyak sekali ohno menggambar wajah mio dengan berbagai ekspresi... mio yang sedang tertawa lebar... mio yang sedang tersenyum... mio yang sedang cemberut... menangis...
semua gambar yang ohno buat disimpan mio dalam satu tempat... dan setiap ada yang datang kerumah, mio akan pamerkan gambar2 itu dengan bangganya...
"yaaaa... dah jadi nih... gimana... cantik kan...?" ohno menyerahkan gambar itu ke mio...
mio tersenyum... seperti biasa wajahnya tersipu2 dengan matanya berbinar melihat dirinya dalam bentuk kartun yang sangat lucu...
"ayo... sekarang gantian mio yang gambar ya..." ohno menyerahkan alat2 gambarnya ke mio...
Mio segera mengambil alat gambar yang disodorkan ohno dan mulai menggambar...
tidak lama kemudian Aiba datang bergabung dengan mereka...
"mio... lagi gambar siapa tuh?" tanyanya melihat gambar yang sedang dibuat mio...
"oom ono..." jawab mio sambil terus asiek memberi warna pada gambarnya
"oom aiba mau dong dibikin juga..." pinta aiba
"oom aiba bikin sendiri aja... ini kertasnya..." mio lalu beranjak mengambil kertas kosong dari tasnya lalu memberikan ke Aiba dan kembali menyelesaikan gambarnya...
Aiba cuman terbengong dengan wajah bakanya, ohno tertawa terpingkal melihat kebakaan Aiba...
lalu kemudian nino nyeletuk...
"oom nino aja kalo gitu... ntar kalo gambar oom ohno selesai gantian oom nino ya..."
Mio tidak menjawab hanya kepalanya digelengkan perhatiannya tetap tertuju pada gambar
"kok mio gitu sih sama oom nino... kita kan cs-an... mio ngga adil nih ama oom nino" protes nino...
Mio menoleh sebentar
"Mio cuman mau bikin gambar oom ono aja kok... oom Aiba ama OOm nino gambar sendiri aja"
lalu kembali pandangannya ke gambar
"mio lebih sayang ama oom ohno ya dari pada oom nino?" lanjut nino...
mio menganggukan kepalanya...
"lho mio kok gitu... oom nino kan yang lebih sayang ama mio... mio inget ngga yang paling sering nemenin mio kan oom nino... nganterin mio kesekolah kalo mama dan papa lagi sibuk... dan lagi... dulu waktu mio lahir oom nino juga yang nemenin papa semalaman... jadi sebelum om yang lain kenal mio... mio udah kenal om nino duluan... harusnya mio lebih sayang ama oom nino dong... "
ohno tertawa sambil ujung lidahnya dia julurkan meledek aiba dan nino... Aiba langsung menariknya dari belakang dan mereka berdua terjatuh disofa...
"mio... tolong mio..." teriak ohno dibawah tindihan Aiba...
mio segera melompat kepunggung Aiba mencoba menyelamatkan ohno sambil teriak...
"oom Aiba jangan oom... kasian oom ono..."
"iya... iya... ampun mio... oom aiba lepasin deh..." Aiba kemudian melepaskan ohno
"hyaaa... makasih mio... cess dulu..." tangan mio dan ohno saling bertepuk...
Jun dan sho yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya segera keluar dari ruangannya melihat kegaduhan diruang sebelah...
"ada apa ini... kok berisik banget...?" tanya Jun
"ano Jun... masa mio lebih sayang ama oom ohno daripada kita ber2... aneh kan... selama ini rasanya om ohno deh yang jarang nemenin mio... lebih milih memancing daripada kumpul bareng... bisa2nya mio lebih memilih dom ohno " jelas nino
Jun menghampiri mio dan membelai rambutnya...
"iya sayang...?" tanyanya dengan senyum...
mio mengangguk mengiyakan...
sho menghampiri nino sambil tertawa...
"no... anak kecil itu lebih polos... mereka bicara dengan hatinya..." katanya
"jadi cuman perasaanmu aja yang merasa paling sayang ama mio... kita juga semua sayang ama dia kok..."
"mio merasa kan kalo semua oom disini sayang ama mio?" tanya sho ke mio...
mio menganggukan kepala lalu duduk dipangkuan papanya...
"aku kan dah pernah bilang... buruan kalian menikah dan punya anak... jadi ngga tiap hari rebutan Mio..." saran jun...
mendengar papanya bicara mio menoleh ke wajah papanya dan bertanya
"menikah itu apa papa?"
Jun nampak bingung dengan pertanyaan mio tapi kemudian dia memberikan penjelasan...
"menikah itu artinya dua orang dewasa pria dan wanita yang saling menyayangi tinggal bersama dalam satu rumah... seperti papa dan mama..."
mio terdiam sebentar lalu
"kalo gitu nanti kalo Mio dewasa mio mau menikah ama oom ono..." katanya polos yang membuat syok bukan hanya papanya tapi semua oom2 nya termasuk ohno nya sendiri...
"are...??" ohno kaget.. tangannya menunjuk dirinya sendiri... lalu menggaruk2 kepalanya...
semua mata memandang ohno dengan pandangan kaget... terutama Jun
kening Jun terlihat berkerut dan tatapan matanya seolah sedang mengintrogasinya...
"ano... aku ngga tau apa2... aku ngga pernah pengaruhi Mio..." ohno mencoba memberi penjelasan ke Jun wajahnya terlihat takut jun bisa meledak sewaktu2
sho kemudian membawa mio untuk duduk didekatnya...
"mio... dengerin oom ya..." katanya lembut...
"oom ono sekarang kan udah dewasa dan mio masih kecil... nanti kalo mio dewasa otomatis oom ohno akan menjadi tua seperti kake inoue dan kake matsumoto... ngga mungkin kan mio menikah dengan kake2... mio nanti kalo dewasa akan menikah dengan pria yang sebaya dengan mio... " sho mencoba menjelaskan dengan pelan agar mio mengerti maksudnya...
mio terdiam sejenak tapi kemudian dia tertawa geli...
"jadi nanti oom ono kaya kake inoue dong? rambutnya putih semua... dan pake kaca mata?" tanya nya...
sho mengangguk
lalu mio berpindah kembali kepangkuan papanya... dan memegang rambut papanya...
"papa juga nanti akan jadi kake2 ya..." tanyanya...
"he em..." jawab Jun...
"oom Nino juga...?... om Aiba juga...? om sho juga...?" lanjutnya...
jun mengangguk mengiyakan...
kemudian mio kembali ke gambarnya yang belum selesai dan melanjutkan menggambar...
dia seolah telah melupakan pernyataanya tadi yang sempat membuat papa dan oom2nya shok...
dan ohno terlihat lega karna selamat dari amukan jun... dia melirik ke Sho dan tersenyum seolah ingin mengatakan thanks pada sho...
Senin, 29 Desember 2008
Miracle Gift..
"ayooo.. ooom.. kuda2an lagi..."
suara gadis kecil yang sangat akrab ditelinga Jun membangunkannya dari tidur...
"nah yang ini namanya kuda lumping... kudanya orang indonesia.. "
kali ini suara pria dewasa yang juga amat dikenalnya membuat Jun beranjak dari tempat tidurnya dan langsung menuju jendela kamar untuk melihat ada apa sebenernya diluar sana...
dilihatnya Mio gadis kecilnya sedang asik bermain kuda2an dengan Aiba...
sho, o-chan dan nino terlihat duduk2 sambil tertawa memperhatikan tingkah polah Aiba dan Mio...
kamar Jun memang tidak jauh dari pekarangan belakang tempat kelimanya bermain hanya dipisah oleh kolam renang saja sehingga suara canda mereka sangat jelas terdengar kekamarnya...
Jun melihat jam di dinding
"hmmm... jam 9 pagi... ngapain mereka udah ada disini sepagi ini...?" tanyanya dalam hati...
mereka baru saja berpisah jam 2 tadi setelah kembali dari concert di Yokohama.... dan pagi2 begini keempat rekannya itu sudah berada dirumahnya
"mengganggu saja..." pikirnya
Jun memang merasa sangat tergaggu dia baru saja terlelap sekitar jam 4 pagi dan sekarang dia sudah terbangun lagi oleh suara2 berisik dari keempat rekannya itu terutama suara Aiba yang terdengar paling ramai...
jun bergegas keluar kamarnya menuju pekarangan untuk menemui mereka...
"wooyyy... ngapain kalian disini...?" tanyanya dengan nada yang tidak bersahabat
"oh, hai... kita kesini untuk menemui Mio... kangen rasanya hampir dua minggu ngga ketemu dia..." jawab sho...
"haeee..." timpa yang lainnya
'kalian bawain lagi dia mainan...?" tanya jun lagi melihat bungkusan yang berserakan dilantai dan terlihat sudah dibongkar...
Jun mendekati bungusan itu dan memeriksa apa saja yang dibawa rekan2nya untuk Mio...
"woyyy... Riida... kamu pikir anakku cowo...? untuk apa kamu kasih dia pancingan seperti ini...?"
"eeeh, memancing itu bukan buat cowo aja Jun... jangan kuper deh... cewe juga banyak yang hobby..."
"iyaaa... tapi aku ngga akan biarkan anakku punya hobby yang sama denganmu... kamu mau bikin kulit Mio gosong kaya kamu apa...?
"dan ini...?" mata Jun tertuju pada gameboy lalu berlalih ke Nino... "bukannya kamu dah kasih dia DS kemaren... buat apalagi ini?"
"o'ya... aku lupa dah pernah kasih DS ke Mio... tapi ngga apa2 yang ini permainannya lucu... iya kan Mio.. ?" Mio yang ditanya Nino berlari mendekat dan mengambil gameboy dari tangan Jun...
"iya papa... ini lucu... ada putri dan pangerannya... " kemudian dia asiek memijit2 tombol permainan...
"Jun.. aku bawain buku bacaan yang bagus buat Mio..." Sho segera menunjukan buku yang dia bawa sebelum Jun berkomentar apa2...
"kalian jangan terlalu sering kasih Mio mainan deh... mainannya dah segudang... lagipula kebanyakan bermain aku sulit menerapkan disiplin kepadanya..."
lalu Aiba mendekati Jun dan mengangkat kedua tangannya keatas sambil berkata... "he he.. tenang Jun aku ngga bawa2 apa2 kok..."
"o'ya....? tapi barusan permainan apa yang kamu ajarkan ke Mio...? jangan ajari Mio permainan yang aneh2..."
"eee... nggak... nggak... emang aku ngajarin apaan...?" elak Aiba sambil menggaruk2 kepalanya yang tidak gatal...
tidak berapa lama seorang wanita cantik dengan senyum hangat menghampiri mereka sambil membawakan makanan ringan dan minuman hangat untuk semua...
"pagi sayang..." sapanya ke Jun
"ini untukmu..." ia menyodorkan segelas coffee hangat ke Jun lalu mengecup pipinya...
"kenapa sih pagi2 dah marah2...?" tanyanya...
yang segera dijawab oleh Sho
"Mao... ini kan bukan sesuatu yang aneh kalo Jun pagi2 dah marah2... kita semua dah terbiasa dengan itu... "
"kalo suamimu pagi2 pasang tampang manis itu baru aneh dan perlu diperiksa kedokter..." sambung Nino lagi... yang diikuti tawa keempatnya...
"BERISIK..." potong jun cepat
"yang membuat moodku ngga bagus pagi ini juga kalian... pertama kalian sepagi ini sudah membuat keributan yang membuat tidurku terganggu... kedua kalian mencoba mencuri hati Mio dariku dengan mainan2 yang kalian bawa ini..."
Mao tersenyum geli melihat tingkah suaminya pagi ini... dia menepuk lembut pundak Jun mencoba menenangkan...
"udah deh... jangan kaya anak kecil gini..."
lalu dia mendekati Mio yang masih asiek dengan gameboy ditangannya...
"Mio... sini sayang... mama blon denger kamu sapa papamu pagi ini... say I love U to papa... biar Do's papamu itu hilang... "
Mao menggendong Mio dan mendekatkannya ke Jun...
"I love u papa..." Mio mengikuti perintah mamanya sambil memeluk dan mengecup pipi papanya
"I love u too..." balas Jun dan memberikan kecupan dikening Mio...
"Mio sekarang bantu mama didalam ya... kita biarkan pria2 dewasa ini berbicara dengan cara yang dewasa..." ajak Mao ke Mio lalu mereka meninggalkan kelimanya
Jun duduk disamping Nino sambil menikmati kelezatan coffe buatan Mao...
coffe yang Mao sediakan ini memang istimewa karna cukup sulit Mao mencari coffe yang bisa memenuhi selera Jun tapi rendah kafeinnya... Mao yang sangat konsen terhadap makanan sehat tidak ingin Jun terlalu banyak mengkonsumsi makanan atau minuman yang kurang baik untuk kesehatannya...
dan setelah hunting beberapa merk akhirnya Mao menemukan coffe sehat yang sesuai dengan selera Jun...
"eeh... apa kalian ngga ada kegiatan kok pada kompak pagi2 udah kerumahku...?" Jun membuka pembicaraan yang sempat terhenti karna masing2 asiek menikmati minumannya
"ngga ada... aku emang udah niat dari kemarin ingin main sama Mio..." jawab sho...
lalu yang lainnya serempak menggelengkan kepala... mereka memang sedang tidak punya kegiatan apapun dan rumah Jun adalah tempat yang sangat nyaman untuk bersantai dan beristirahat... sembari bisa bercengkrama dengan Mio dan ngobrol dengan Mao adalah hal yang menyenangkan buat mereka berempat...
"yaaahhh.... aku paling betah berlama2 dirumahmu ini Jun... bikin aku pengen cepet2 juga punya keluarga dan memiliki rumah seperti ini..." lanjut sho
"kalian kenapa ngga nikah aja sih...?" tanya Jun lagi...
"ya... pengen sih... tapi sulit mencari perempuan yang benar2 bisa dijadiin istri... apalagi saat kita lagi dipuncak karier seperti ini... sulit menilai apakah mereka benar2 mencintai kita atau hanya karna sesuatu hal...?"
Nino termanggut2 mendengar Sho bicara kemudian dia ikut bicara...
"kalo aku blon terpikir untuk menikah... aku masih belum punya gambaran tentang pernikahan..."
katanya yang diamini oleh Aiba...
sedangkan O-chan nampak serius seperti sedang memikirkan sesuatu... mata Jun, Nino, Aiba dan Sho mengarah ke o-chan menunggu komentar darinya...
merasa diperhatikan teman2nya O-chan jadi salah tingkah...
"are?? kenapa kalian...? ada yang salah denganku...?" tanyanya sambil menunjuk wajanya sendiri
"ei Riida... apa kamu ngga kepikiran untuk menikah...? seharusnya setelah Jun giliran kamu...lagipula diantara kita kamu yang paling tua... "
seloroh aiba
"aaah soal menikah... aku belon kepikiran kesana... aku masih betah sendiri..." jawabnya...
"cuman..." katanya lagi keningnya terlihat berkerut seperti sedang berfikir keras...
"umurku dah tua juga ya... hmmmm... kalo sekarang aja aku masih blon terfikir kesana mo kapan aku merit...?" tanyanya seolah bertanya pada dirinya sendiri...
teman2nya hanya tersenyum melihatnya...
sho mendekatinya dan menepuk pundaknya..
"yah mulailah kita pasang target dari sekarang supaya tahun depan kita susul Jun dan Mao ok..."
hari itu ANOS menghabiskan sepanjang waktu mereka bersama Jun dan keluarga kecilnya... mereka menikmati kebersamaan dengan suasana yang sangat hangat penuh tawa canda
sampai akhirnya mereka harus pamit karna hari sudah malam...
"dadah Mio..." bisik aiba pelan ketelinga Mio yang sudah tertidur didekapan papanya...
"Mao... thanks untuk makanan nya.... aku rasa masakanmu kali ini sudah lebih baik dari Jun..." sho mengedipkan mata lalu melirik ke Jun sambil tertawa...
"bye Mao... bye Jun.. bye mio.." Nino dan o-chan pun ikut pamit...
setelah keempatnya pulang... Jun membawa Mio kekamarnya dan membaringkannya ditempat tidur...
ia memandang lekat gadis ciliknya yang tertidur sangat pulas... wajahnya yang polos terlihat cantik seperti bidadari... ya Mio adalah bidadari ciliknya dia mewarisi mata dan hidung dari Jun... dan bibir dari Mao perpaduan yang sangat sempurna... selain cantik diusianya yang belum genap 3 tahun Mio sudah terlihat sangat cerdas karna itu dia menjadi tumpuan kasih sayang dari orang2 disekitarnya termasuk ANOS yang sangat memanjakan Mio
"kamu senang punya oom sehebat mereka kan Mio...?" Jun membelai lembut rambut mio lalu menyelimutinya dan mengecup keningnya...
"selamat tidur... mimpi yang indah sayang..." bisiknya lalu Jun beranjak dari sisi tempat tidur Mio...
mematikan lampu kamar dan menutup rapat kamar Mio lalu segera menuju kamar disebelahnya dimana Mao sudah menunggu
Jun amat bersyukur Tuhan telah memberinya dua orang yang sangat berharga untuk dijaganya yaitu Mio dan Mao...
suara gadis kecil yang sangat akrab ditelinga Jun membangunkannya dari tidur...
"nah yang ini namanya kuda lumping... kudanya orang indonesia.. "
kali ini suara pria dewasa yang juga amat dikenalnya membuat Jun beranjak dari tempat tidurnya dan langsung menuju jendela kamar untuk melihat ada apa sebenernya diluar sana...
dilihatnya Mio gadis kecilnya sedang asik bermain kuda2an dengan Aiba...
sho, o-chan dan nino terlihat duduk2 sambil tertawa memperhatikan tingkah polah Aiba dan Mio...
kamar Jun memang tidak jauh dari pekarangan belakang tempat kelimanya bermain hanya dipisah oleh kolam renang saja sehingga suara canda mereka sangat jelas terdengar kekamarnya...
Jun melihat jam di dinding
"hmmm... jam 9 pagi... ngapain mereka udah ada disini sepagi ini...?" tanyanya dalam hati...
mereka baru saja berpisah jam 2 tadi setelah kembali dari concert di Yokohama.... dan pagi2 begini keempat rekannya itu sudah berada dirumahnya
"mengganggu saja..." pikirnya
Jun memang merasa sangat tergaggu dia baru saja terlelap sekitar jam 4 pagi dan sekarang dia sudah terbangun lagi oleh suara2 berisik dari keempat rekannya itu terutama suara Aiba yang terdengar paling ramai...
jun bergegas keluar kamarnya menuju pekarangan untuk menemui mereka...
"wooyyy... ngapain kalian disini...?" tanyanya dengan nada yang tidak bersahabat
"oh, hai... kita kesini untuk menemui Mio... kangen rasanya hampir dua minggu ngga ketemu dia..." jawab sho...
"haeee..." timpa yang lainnya
'kalian bawain lagi dia mainan...?" tanya jun lagi melihat bungkusan yang berserakan dilantai dan terlihat sudah dibongkar...
Jun mendekati bungusan itu dan memeriksa apa saja yang dibawa rekan2nya untuk Mio...
"woyyy... Riida... kamu pikir anakku cowo...? untuk apa kamu kasih dia pancingan seperti ini...?"
"eeeh, memancing itu bukan buat cowo aja Jun... jangan kuper deh... cewe juga banyak yang hobby..."
"iyaaa... tapi aku ngga akan biarkan anakku punya hobby yang sama denganmu... kamu mau bikin kulit Mio gosong kaya kamu apa...?
"dan ini...?" mata Jun tertuju pada gameboy lalu berlalih ke Nino... "bukannya kamu dah kasih dia DS kemaren... buat apalagi ini?"
"o'ya... aku lupa dah pernah kasih DS ke Mio... tapi ngga apa2 yang ini permainannya lucu... iya kan Mio.. ?" Mio yang ditanya Nino berlari mendekat dan mengambil gameboy dari tangan Jun...
"iya papa... ini lucu... ada putri dan pangerannya... " kemudian dia asiek memijit2 tombol permainan...
"Jun.. aku bawain buku bacaan yang bagus buat Mio..." Sho segera menunjukan buku yang dia bawa sebelum Jun berkomentar apa2...
"kalian jangan terlalu sering kasih Mio mainan deh... mainannya dah segudang... lagipula kebanyakan bermain aku sulit menerapkan disiplin kepadanya..."
lalu Aiba mendekati Jun dan mengangkat kedua tangannya keatas sambil berkata... "he he.. tenang Jun aku ngga bawa2 apa2 kok..."
"o'ya....? tapi barusan permainan apa yang kamu ajarkan ke Mio...? jangan ajari Mio permainan yang aneh2..."
"eee... nggak... nggak... emang aku ngajarin apaan...?" elak Aiba sambil menggaruk2 kepalanya yang tidak gatal...
tidak berapa lama seorang wanita cantik dengan senyum hangat menghampiri mereka sambil membawakan makanan ringan dan minuman hangat untuk semua...
"pagi sayang..." sapanya ke Jun
"ini untukmu..." ia menyodorkan segelas coffee hangat ke Jun lalu mengecup pipinya...
"kenapa sih pagi2 dah marah2...?" tanyanya...
yang segera dijawab oleh Sho
"Mao... ini kan bukan sesuatu yang aneh kalo Jun pagi2 dah marah2... kita semua dah terbiasa dengan itu... "
"kalo suamimu pagi2 pasang tampang manis itu baru aneh dan perlu diperiksa kedokter..." sambung Nino lagi... yang diikuti tawa keempatnya...
"BERISIK..." potong jun cepat
"yang membuat moodku ngga bagus pagi ini juga kalian... pertama kalian sepagi ini sudah membuat keributan yang membuat tidurku terganggu... kedua kalian mencoba mencuri hati Mio dariku dengan mainan2 yang kalian bawa ini..."
Mao tersenyum geli melihat tingkah suaminya pagi ini... dia menepuk lembut pundak Jun mencoba menenangkan...
"udah deh... jangan kaya anak kecil gini..."
lalu dia mendekati Mio yang masih asiek dengan gameboy ditangannya...
"Mio... sini sayang... mama blon denger kamu sapa papamu pagi ini... say I love U to papa... biar Do's papamu itu hilang... "
Mao menggendong Mio dan mendekatkannya ke Jun...
"I love u papa..." Mio mengikuti perintah mamanya sambil memeluk dan mengecup pipi papanya
"I love u too..." balas Jun dan memberikan kecupan dikening Mio...
"Mio sekarang bantu mama didalam ya... kita biarkan pria2 dewasa ini berbicara dengan cara yang dewasa..." ajak Mao ke Mio lalu mereka meninggalkan kelimanya
Jun duduk disamping Nino sambil menikmati kelezatan coffe buatan Mao...
coffe yang Mao sediakan ini memang istimewa karna cukup sulit Mao mencari coffe yang bisa memenuhi selera Jun tapi rendah kafeinnya... Mao yang sangat konsen terhadap makanan sehat tidak ingin Jun terlalu banyak mengkonsumsi makanan atau minuman yang kurang baik untuk kesehatannya...
dan setelah hunting beberapa merk akhirnya Mao menemukan coffe sehat yang sesuai dengan selera Jun...
"eeh... apa kalian ngga ada kegiatan kok pada kompak pagi2 udah kerumahku...?" Jun membuka pembicaraan yang sempat terhenti karna masing2 asiek menikmati minumannya
"ngga ada... aku emang udah niat dari kemarin ingin main sama Mio..." jawab sho...
lalu yang lainnya serempak menggelengkan kepala... mereka memang sedang tidak punya kegiatan apapun dan rumah Jun adalah tempat yang sangat nyaman untuk bersantai dan beristirahat... sembari bisa bercengkrama dengan Mio dan ngobrol dengan Mao adalah hal yang menyenangkan buat mereka berempat...
"yaaahhh.... aku paling betah berlama2 dirumahmu ini Jun... bikin aku pengen cepet2 juga punya keluarga dan memiliki rumah seperti ini..." lanjut sho
"kalian kenapa ngga nikah aja sih...?" tanya Jun lagi...
"ya... pengen sih... tapi sulit mencari perempuan yang benar2 bisa dijadiin istri... apalagi saat kita lagi dipuncak karier seperti ini... sulit menilai apakah mereka benar2 mencintai kita atau hanya karna sesuatu hal...?"
Nino termanggut2 mendengar Sho bicara kemudian dia ikut bicara...
"kalo aku blon terpikir untuk menikah... aku masih belum punya gambaran tentang pernikahan..."
katanya yang diamini oleh Aiba...
sedangkan O-chan nampak serius seperti sedang memikirkan sesuatu... mata Jun, Nino, Aiba dan Sho mengarah ke o-chan menunggu komentar darinya...
merasa diperhatikan teman2nya O-chan jadi salah tingkah...
"are?? kenapa kalian...? ada yang salah denganku...?" tanyanya sambil menunjuk wajanya sendiri
"ei Riida... apa kamu ngga kepikiran untuk menikah...? seharusnya setelah Jun giliran kamu...lagipula diantara kita kamu yang paling tua... "
seloroh aiba
"aaah soal menikah... aku belon kepikiran kesana... aku masih betah sendiri..." jawabnya...
"cuman..." katanya lagi keningnya terlihat berkerut seperti sedang berfikir keras...
"umurku dah tua juga ya... hmmmm... kalo sekarang aja aku masih blon terfikir kesana mo kapan aku merit...?" tanyanya seolah bertanya pada dirinya sendiri...
teman2nya hanya tersenyum melihatnya...
sho mendekatinya dan menepuk pundaknya..
"yah mulailah kita pasang target dari sekarang supaya tahun depan kita susul Jun dan Mao ok..."
hari itu ANOS menghabiskan sepanjang waktu mereka bersama Jun dan keluarga kecilnya... mereka menikmati kebersamaan dengan suasana yang sangat hangat penuh tawa canda
sampai akhirnya mereka harus pamit karna hari sudah malam...
"dadah Mio..." bisik aiba pelan ketelinga Mio yang sudah tertidur didekapan papanya...
"Mao... thanks untuk makanan nya.... aku rasa masakanmu kali ini sudah lebih baik dari Jun..." sho mengedipkan mata lalu melirik ke Jun sambil tertawa...
"bye Mao... bye Jun.. bye mio.." Nino dan o-chan pun ikut pamit...
setelah keempatnya pulang... Jun membawa Mio kekamarnya dan membaringkannya ditempat tidur...
ia memandang lekat gadis ciliknya yang tertidur sangat pulas... wajahnya yang polos terlihat cantik seperti bidadari... ya Mio adalah bidadari ciliknya dia mewarisi mata dan hidung dari Jun... dan bibir dari Mao perpaduan yang sangat sempurna... selain cantik diusianya yang belum genap 3 tahun Mio sudah terlihat sangat cerdas karna itu dia menjadi tumpuan kasih sayang dari orang2 disekitarnya termasuk ANOS yang sangat memanjakan Mio
"kamu senang punya oom sehebat mereka kan Mio...?" Jun membelai lembut rambut mio lalu menyelimutinya dan mengecup keningnya...
"selamat tidur... mimpi yang indah sayang..." bisiknya lalu Jun beranjak dari sisi tempat tidur Mio...
mematikan lampu kamar dan menutup rapat kamar Mio lalu segera menuju kamar disebelahnya dimana Mao sudah menunggu
Jun amat bersyukur Tuhan telah memberinya dua orang yang sangat berharga untuk dijaganya yaitu Mio dan Mao...
U'r My Man
"Omedatou Jun Kun.." ucapan selamat tidak berhenti datang dari orang2 yang mengenal Jun sesaat setelah ia dan member Arashi lainnya meninggalkan tempat berlangsungnya acara NTV best artis 2008 selain kepada Jun ucapan selamat juga ditujukan kepada Arashi karna mereka berhasil menyabet predikat sebagai best artis 2008 pada acara tsb.
malam itu merupakan malam paling membahagiakan dalam perjalanan karir Jun. bagaimana tidak, dalam semalam dia menerima 2 penghargaan dari 2 acara yang berbeda pertama sebagai Matsumoto Jun personal ia dinobatkan sebagai salah satu Men of The Year 2008 dari salah satu majalah pria eksklusif di jepang "GQ magazine" dan yang kedua sebagai salah satu member Arashi ia patut berbangga hati karna Arashi berhasil meraih best artis 2008 dari NTV karena single mereka "Truth" menjadi single terlaris sepanjang 2008
karnanya pada malam yang istimewa itu ia berencana merayakan keberhasilannya dengan orang yang sangat istimewa pula dan ia sudah merancang sesuatu yang sangat special dengan Mao.. ia sudah membayangkan malam romantis yang akan dia lewatkan dengan Mao
baginya ucapan selamat serta pelukan hangat Mao akan lebih melengkapi kebahagiannya malam itu..
namun rencana itu tiba2 saja berantakan, saat ia akan pamit untuk pulang lebih dulu tiba2 saja Sho menarik tangannya dan menahannya
"yoo yoo yoo.. kamu ngga bisa kabur Jun.. kamu harus ikut kita.."
Jun yang kaget tidak bisa berkutik saat Aiba pun menarik tangan satunya lagi..
"yo'i Jun.. malem ini kamu ngga bisa kemana2.."
mereka menariknya untuk masuk kedalam mobil yang sudah berhenti didepan mereka
"eee.. sebentar aku masih ada janji dengan seseorang.." Jun menepis tangan keduanya lalu dengan cepat merogoh kantong celananya untuk mengambil HPnya yang berbunyi.. tapi secepat kilat Nino langsung menyambar HP Jun dari tangannya..
Nino membaca nama yang tertera di layar
"dari Mao.. tapi sory Jun untuk kali ini kamu harus ikut kita.." lalu ia mematikan HP Jun
"woooy Nino.. apa2an sih... kemarikan HPku " pinta Jun dengan suara keras dan berusaha untuk merebut kembali HP nya dari tangan Nino tetapi Sho kembali berhasil meringkus tangan Jun dan menariknya kebelakang..
"sory Jun.. untuk kali ini aja.." katanya dengan tidak mempedulikan teriakan Jun yang memintanya untuk melepaskan tangannya...
"eeeh.. apa2an sih.. lepasin ngga..?" teriaknya.. tapi Sho malah memperkuat pegangannya dan Aiba pun turut membantunya
"SHO.. sejak kapan kamu ikutan baka seperti mereka... tolong lepasin.." pintanya kepada sho sambil berusaha meronta tapi sho tidak menggubrisnya dia justru setuju dengan ohno untuk mengikat tangan Jun..
mereka berhasil mengikat dan menarik Jun kedalam mobil lalu kemudian mobilpun segera meluncur kesuatu tempat..
Didalam mobil, lagi lagi HP jun berbunyi..
"itu pasti dari Mao lagi.. tolonglah aku ada janji ama dia.. aku pasti akan menemui kalian setelah aku menemui Mao.." pinta Jun
Nino yang memegang HP jun segera mengangkat panggilan Mao dan memasang loud speaker..
"moshi moshi.. Jun.." terdengar suara mao diseberang sana
"oo.. Mao -chan.. pakabar...? jawab nino yang diikuti suara yang lainnya
"hai.. Mao-chan..."
"ee.. kok rame.. ada apa nih?" tanya mao keheranan
"hoo.. iya nih HP Jun lagi kita sita dan sori banget orangnya untuk sementara kita sandera.. nanti setelah urusan dengan kita selesai pasti akan kita kembalikan dia.. " jelas ohno
"eee... disandera...? ha haha.. kalian mang suka aneh2 deh.. " Mao tertawa mendengarnya baginya bukan hal baru kalo anak2 Arashi melakukan sesuatu yang aneh atau iseng satu sama lain dia hanya bisa geleng2 kepala melihat kejahilan mereka..
"Mao.. sory.. acara kita malam ini terpaksa batal.. anak2 gila ini ngga tau mau membawa aku kemana.." Jun berkata sembari berusaha melepaskan tangannya dari ikatan
"hhmmm.. ya sudah ngga apa2.. kita masih bisa ketemu besok kan.. malam ini bersenang2lah bersama teman2mu... o'ya aku mo ngucapin SELAMAT ya... Men of the year terdengar sangat hebat.. aku dah liat tadi beritanya... "
"ehmm.. makasih..." jawab Jun
"dan untuk kalian semua.. ARASHI... Selamat juga untuk NTV best Artis nya... kalian mang hebattt... sukses ya.." lanjut Mao
"thanks Mao chan.. sukses juga buat kamu..." jawab Anak2 Arashi serempak
"jun.." Mao kembali memanggil Jun
"jangan lupa hubungi aku setelah ini"
"he emm.. sori banget ya untuk malem ini.. tapi nanti aku call kamu lagi.. mereka berempat memang pengen dihajar satu2 nih"
"hush.. jangan sadis gitu deh.. ya sudah sampe nanti ya... bye... bye semua.."
lalu Mao menutup Hp nya
"kalian puas dah bikin rencanaku dengan Mao malam ini gagal?" tanya Jun pada keempat temannya dengan nada yang terdengar geram..
"ini kan malam keberhasilan kita Jun... party tanpa kamu bakal ga ada artinya.."jelas Aiba mencoba menenangkan..
"iya.. tapi aku kan bisa nyusul setelah aku menemui Mao.. dan ini apa2an sih pake diiket2 segala.. tolong lepasin... "pintanya pada Aiba..
Aiba segera melepaskan ikatan tangan Jun
"aku ngga mungkin melewatkan perayaan bersama kalian.. tapi tolong dong sedikiiiit aja pengertian kalian kalo aku juga butuh Mao malam ini.. aku hanya butuh 2-3 jam bersamanya setelah itu sepanjang malam aku akan bersama kalian.."
Jun menghela napas panjang seolah menenangkan hatinya yang sedang kesal dengan kelakuan rekan2nya itu..
tidak lama mobilpun berhenti di area parkir sebuah music club dan lagi lagi Sho, Aiba, Nino dan Ohno ngerjain Jun kali ini mereka menutup mata Jun..
"woyy.. aku paling ngga suka surprise party.. kalian tau kan.."Jun mengingatkan teman2nya
tapi Sho tetap menutup mata Jun dengan saputangannya dan mereka menuntun jun memasuki ruangan yang sudah ramai dengan kehadiran teman2 Jun.. termasuk para staff yang selama ini ada dibelakang Jun dan arashi..
begitu kelimanya masuk kedalam ruangan semua yang berada dalam ruangan serempak berteriak..
"satu... dua... tiiiiiiiiigaaaaaa.... OMEDATOU JUN KUN....."
bersamaan dengan itu penutup mata Jun dibuka lalu semprotan dari champain terarah padanya...
daaan alangkah terkejutnya Jun seseorang yang mengarahkan champain kepadanya itu adalah Mao...
"SURPRISEEEE...." teriaknya sambil berlari memeluknya dan melayangkan kecupan kecil di pipi Jun..
"Selamat ya..." bisiknya dikuping Jun..
Jun tidak menjawab apa2 hanya tersenyum lalu membalas kecupan Mao..
setelah itu Shun, Shota, Abe dan yang lainnya bergantian memberikan selamat
"selamat ya sobat... kamu emang layak dapat predikat terbaik.." ucap shun sambil memeluk sobatnya itu..
"yoo.. kami bangga Jun.." Abe ikut juga memberikan ucapan sambil mengepalkan tinjunya pelan kedada Jun..
kemudian seseorang berteriak
"pesta ini juga untuk ARASHI... yang sudah sukses dengan kedua single nya truth dan one love... OMEDATOUU... ARASHI.. " diikuti tepuk tangan dari semua yang hadir
lalu mereka serempak berteriak
"ARASHI.. ARASHI... FOR DREAM.."
kemudian lantunan lagu2 Arashi berkumandang disepanjang pesta.. semua yang hadir benar2 menikmati suasana semarak malam itu..
ditengah semaraknya pesta Jun menarik tangan Mao dan membawanya keatas balkon memisahkan diri dengan keramaian..
"jadi... kamu sekongkol sama mereka lagi nih..?" tanyanya sambil menarik pinggang Mao dan mendekap erat tubuh Mao..
"he em.. apa kali ini kamu mo marahin aku?" tanya Mao
Jun melonggarkan dekapannya dan memandang lekat wajah Mao dia tersenyum sambil menggeleng..
"aku pernah bilang paling ngga suka yang namanya kejutan kan..? tapi... kalo itu dateng dari kamu.. aku ngga bisa nahan perasaan bahagia.. aku suka.." jawabnya lalu kembali mendekap Mao dengan erat..
"aku bahagia banget terutama karna malam ini kamu ada disini juga ikut merayakan kesuskesanku.." lanjutnya..
"aku juga merasa bahagia Jun... melihat kamu tadi naik ke podium untuk menerima penghargaan itu lalu memberikan sambutan.. kamu terlihat sangat tampan.. aku bangga.. rasanya aku pengen teriak.. THAT'S MY MAN.." Mao berkata setengah berbisik..
Jun lalu melepaskan dekapannya matanya menatap Mao dengan lembut tapi sorot matanya terasa sangat dalam menusuk jantung Mao
"that's my man..?" tanyanya seakan ingin penegasan dari apa yang sudah Mao ucapkan tadi
"sekali lagi dong.. rasanya enaaaak banget terdengar ditelingaku.." pintanya menggoda Mao..
wajah Mao terlihat memerah dan mencoba mengalihkan pandangan dari Jun..
"eeh.. emang aku barusan ngomong gitu..? kamu salah denger.." ucapnya mengelak..
"hhmmm.. ga mau ngaku... tapi ngga apa2.. yang pasti aku dah denger kata2 itu langsung dari mulut kamu.."
Jun meraih kedua tangan Mao dan menempelkannya didadanya..
"to be your Man terdengar lebih hebat daripada hanya sekedar men of the year.." katanya sambil mendekatkan kepalanya ke wajah Mao dan matanya masih menatap lembut Mao..
kali ini Mao membalas tatapan Jun, mereka saling bertatapan lalu Mao tersenyum dan mengangguk..
"he emmm... you are my man.." katanya kemudian.. lalu keduanya pun tersenyum lebar..
Jun mendekatkan bibirnya ke kuping Mao lalu berkata dengan lembut.. "arigatou Mao..."
malam itu merupakan malam paling membahagiakan dalam perjalanan karir Jun. bagaimana tidak, dalam semalam dia menerima 2 penghargaan dari 2 acara yang berbeda pertama sebagai Matsumoto Jun personal ia dinobatkan sebagai salah satu Men of The Year 2008 dari salah satu majalah pria eksklusif di jepang "GQ magazine" dan yang kedua sebagai salah satu member Arashi ia patut berbangga hati karna Arashi berhasil meraih best artis 2008 dari NTV karena single mereka "Truth" menjadi single terlaris sepanjang 2008
karnanya pada malam yang istimewa itu ia berencana merayakan keberhasilannya dengan orang yang sangat istimewa pula dan ia sudah merancang sesuatu yang sangat special dengan Mao.. ia sudah membayangkan malam romantis yang akan dia lewatkan dengan Mao
baginya ucapan selamat serta pelukan hangat Mao akan lebih melengkapi kebahagiannya malam itu..
namun rencana itu tiba2 saja berantakan, saat ia akan pamit untuk pulang lebih dulu tiba2 saja Sho menarik tangannya dan menahannya
"yoo yoo yoo.. kamu ngga bisa kabur Jun.. kamu harus ikut kita.."
Jun yang kaget tidak bisa berkutik saat Aiba pun menarik tangan satunya lagi..
"yo'i Jun.. malem ini kamu ngga bisa kemana2.."
mereka menariknya untuk masuk kedalam mobil yang sudah berhenti didepan mereka
"eee.. sebentar aku masih ada janji dengan seseorang.." Jun menepis tangan keduanya lalu dengan cepat merogoh kantong celananya untuk mengambil HPnya yang berbunyi.. tapi secepat kilat Nino langsung menyambar HP Jun dari tangannya..
Nino membaca nama yang tertera di layar
"dari Mao.. tapi sory Jun untuk kali ini kamu harus ikut kita.." lalu ia mematikan HP Jun
"woooy Nino.. apa2an sih... kemarikan HPku " pinta Jun dengan suara keras dan berusaha untuk merebut kembali HP nya dari tangan Nino tetapi Sho kembali berhasil meringkus tangan Jun dan menariknya kebelakang..
"sory Jun.. untuk kali ini aja.." katanya dengan tidak mempedulikan teriakan Jun yang memintanya untuk melepaskan tangannya...
"eeeh.. apa2an sih.. lepasin ngga..?" teriaknya.. tapi Sho malah memperkuat pegangannya dan Aiba pun turut membantunya
"SHO.. sejak kapan kamu ikutan baka seperti mereka... tolong lepasin.." pintanya kepada sho sambil berusaha meronta tapi sho tidak menggubrisnya dia justru setuju dengan ohno untuk mengikat tangan Jun..
mereka berhasil mengikat dan menarik Jun kedalam mobil lalu kemudian mobilpun segera meluncur kesuatu tempat..
Didalam mobil, lagi lagi HP jun berbunyi..
"itu pasti dari Mao lagi.. tolonglah aku ada janji ama dia.. aku pasti akan menemui kalian setelah aku menemui Mao.." pinta Jun
Nino yang memegang HP jun segera mengangkat panggilan Mao dan memasang loud speaker..
"moshi moshi.. Jun.." terdengar suara mao diseberang sana
"oo.. Mao -chan.. pakabar...? jawab nino yang diikuti suara yang lainnya
"hai.. Mao-chan..."
"ee.. kok rame.. ada apa nih?" tanya mao keheranan
"hoo.. iya nih HP Jun lagi kita sita dan sori banget orangnya untuk sementara kita sandera.. nanti setelah urusan dengan kita selesai pasti akan kita kembalikan dia.. " jelas ohno
"eee... disandera...? ha haha.. kalian mang suka aneh2 deh.. " Mao tertawa mendengarnya baginya bukan hal baru kalo anak2 Arashi melakukan sesuatu yang aneh atau iseng satu sama lain dia hanya bisa geleng2 kepala melihat kejahilan mereka..
"Mao.. sory.. acara kita malam ini terpaksa batal.. anak2 gila ini ngga tau mau membawa aku kemana.." Jun berkata sembari berusaha melepaskan tangannya dari ikatan
"hhmmm.. ya sudah ngga apa2.. kita masih bisa ketemu besok kan.. malam ini bersenang2lah bersama teman2mu... o'ya aku mo ngucapin SELAMAT ya... Men of the year terdengar sangat hebat.. aku dah liat tadi beritanya... "
"ehmm.. makasih..." jawab Jun
"dan untuk kalian semua.. ARASHI... Selamat juga untuk NTV best Artis nya... kalian mang hebattt... sukses ya.." lanjut Mao
"thanks Mao chan.. sukses juga buat kamu..." jawab Anak2 Arashi serempak
"jun.." Mao kembali memanggil Jun
"jangan lupa hubungi aku setelah ini"
"he emm.. sori banget ya untuk malem ini.. tapi nanti aku call kamu lagi.. mereka berempat memang pengen dihajar satu2 nih"
"hush.. jangan sadis gitu deh.. ya sudah sampe nanti ya... bye... bye semua.."
lalu Mao menutup Hp nya
"kalian puas dah bikin rencanaku dengan Mao malam ini gagal?" tanya Jun pada keempat temannya dengan nada yang terdengar geram..
"ini kan malam keberhasilan kita Jun... party tanpa kamu bakal ga ada artinya.."jelas Aiba mencoba menenangkan..
"iya.. tapi aku kan bisa nyusul setelah aku menemui Mao.. dan ini apa2an sih pake diiket2 segala.. tolong lepasin... "pintanya pada Aiba..
Aiba segera melepaskan ikatan tangan Jun
"aku ngga mungkin melewatkan perayaan bersama kalian.. tapi tolong dong sedikiiiit aja pengertian kalian kalo aku juga butuh Mao malam ini.. aku hanya butuh 2-3 jam bersamanya setelah itu sepanjang malam aku akan bersama kalian.."
Jun menghela napas panjang seolah menenangkan hatinya yang sedang kesal dengan kelakuan rekan2nya itu..
tidak lama mobilpun berhenti di area parkir sebuah music club dan lagi lagi Sho, Aiba, Nino dan Ohno ngerjain Jun kali ini mereka menutup mata Jun..
"woyy.. aku paling ngga suka surprise party.. kalian tau kan.."Jun mengingatkan teman2nya
tapi Sho tetap menutup mata Jun dengan saputangannya dan mereka menuntun jun memasuki ruangan yang sudah ramai dengan kehadiran teman2 Jun.. termasuk para staff yang selama ini ada dibelakang Jun dan arashi..
begitu kelimanya masuk kedalam ruangan semua yang berada dalam ruangan serempak berteriak..
"satu... dua... tiiiiiiiiigaaaaaa.... OMEDATOU JUN KUN....."
bersamaan dengan itu penutup mata Jun dibuka lalu semprotan dari champain terarah padanya...
daaan alangkah terkejutnya Jun seseorang yang mengarahkan champain kepadanya itu adalah Mao...
"SURPRISEEEE...." teriaknya sambil berlari memeluknya dan melayangkan kecupan kecil di pipi Jun..
"Selamat ya..." bisiknya dikuping Jun..
Jun tidak menjawab apa2 hanya tersenyum lalu membalas kecupan Mao..
setelah itu Shun, Shota, Abe dan yang lainnya bergantian memberikan selamat
"selamat ya sobat... kamu emang layak dapat predikat terbaik.." ucap shun sambil memeluk sobatnya itu..
"yoo.. kami bangga Jun.." Abe ikut juga memberikan ucapan sambil mengepalkan tinjunya pelan kedada Jun..
kemudian seseorang berteriak
"pesta ini juga untuk ARASHI... yang sudah sukses dengan kedua single nya truth dan one love... OMEDATOUU... ARASHI.. " diikuti tepuk tangan dari semua yang hadir
lalu mereka serempak berteriak
"ARASHI.. ARASHI... FOR DREAM.."
kemudian lantunan lagu2 Arashi berkumandang disepanjang pesta.. semua yang hadir benar2 menikmati suasana semarak malam itu..
ditengah semaraknya pesta Jun menarik tangan Mao dan membawanya keatas balkon memisahkan diri dengan keramaian..
"jadi... kamu sekongkol sama mereka lagi nih..?" tanyanya sambil menarik pinggang Mao dan mendekap erat tubuh Mao..
"he em.. apa kali ini kamu mo marahin aku?" tanya Mao
Jun melonggarkan dekapannya dan memandang lekat wajah Mao dia tersenyum sambil menggeleng..
"aku pernah bilang paling ngga suka yang namanya kejutan kan..? tapi... kalo itu dateng dari kamu.. aku ngga bisa nahan perasaan bahagia.. aku suka.." jawabnya lalu kembali mendekap Mao dengan erat..
"aku bahagia banget terutama karna malam ini kamu ada disini juga ikut merayakan kesuskesanku.." lanjutnya..
"aku juga merasa bahagia Jun... melihat kamu tadi naik ke podium untuk menerima penghargaan itu lalu memberikan sambutan.. kamu terlihat sangat tampan.. aku bangga.. rasanya aku pengen teriak.. THAT'S MY MAN.." Mao berkata setengah berbisik..
Jun lalu melepaskan dekapannya matanya menatap Mao dengan lembut tapi sorot matanya terasa sangat dalam menusuk jantung Mao
"that's my man..?" tanyanya seakan ingin penegasan dari apa yang sudah Mao ucapkan tadi
"sekali lagi dong.. rasanya enaaaak banget terdengar ditelingaku.." pintanya menggoda Mao..
wajah Mao terlihat memerah dan mencoba mengalihkan pandangan dari Jun..
"eeh.. emang aku barusan ngomong gitu..? kamu salah denger.." ucapnya mengelak..
"hhmmm.. ga mau ngaku... tapi ngga apa2.. yang pasti aku dah denger kata2 itu langsung dari mulut kamu.."
Jun meraih kedua tangan Mao dan menempelkannya didadanya..
"to be your Man terdengar lebih hebat daripada hanya sekedar men of the year.." katanya sambil mendekatkan kepalanya ke wajah Mao dan matanya masih menatap lembut Mao..
kali ini Mao membalas tatapan Jun, mereka saling bertatapan lalu Mao tersenyum dan mengangguk..
"he emmm... you are my man.." katanya kemudian.. lalu keduanya pun tersenyum lebar..
Jun mendekatkan bibirnya ke kuping Mao lalu berkata dengan lembut.. "arigatou Mao..."
Surprise..
Pesawat yang membawa rombongan Arashi telah meninggalkan landasan pacu bandara tokyo menuju Shanghai china... cuaca hari itu terlihat sangat cerah tanpa sedikitpun awan yang menutupi kota Tokyo... sayangnya suasana itu tidak mampu mengobati suasana hati Jun yang sejak tiba di Bandara tadi pagi terlihat mendung...
sejak pagi Jun mencoba mengontak Mao... tapi panggilannya tidak satupun dijawab dan message pun tidak dibalas sampai waktu dia harus masuk kedalam pesawat...
hatinya terus bertanya2 ada apa dengan Mao...? bahkan dari semalam Jun tidak mendapat kabar dari Mao...
ini tidak seperti biasanya, Mao selalu menghubunginya atau meninggalkan voice message setiap malam sebelum berangkat tidur walaupun hanya pesan singkat seperti "jangan terlalu cape sayang..." "jaga kesehatan..." atau " I love u..."
tapi malam itu tidak satupun pesan atau misscall dari Mao yang masuk ke HP Jun justru disaat mereka akan berpisah untuk beberapa hari...
hal ini benar2 membuat Jun merasa khawatir... Jun ingat terakhir mereka bicara via telpon kemaren siang saat itu Mao dalam perjalanan ke tempat latihan untuk berlatih wushu sebagai persiapan shooting Anmitsu2
saat itu rasanya tidak ada hal yang aneh... mereka bicara seperti biasanya... Mao pun terdengar semangat menceritakan tentang rule baru dari dorama yang akan dia mainkan.. tapi malam harinya dan sampai detik ini Mao bagai hilang ditelan bumi...
selama perjalanan Jun lebih banyak terdiam, ANOS yang memperhatikan Jun sejak pagi tadi tidak satupun yang berani mengajaknya bicara...
setelah beberapa jam diudara akhirnya pesawat tiba di bandara shanghai
suasana Bandara saat itu hiruk pikuk sangat berbeda dari biasanya... hari itu banyak sekali gadis2 muda berpenampilan modis berkerumun terutama didepan pintu kedatangan dengan membawa spanduk yang bertuliskan "we love u ARASHI"... "WELCOME ARASHI.." dan lain lain
mereka adalah fan2 Arashi yang sedari pagi sudah menunggu kedatangan Arashi di Bandara dan berharap dapat melihat dan menyapa secara langsung Aiba, Jun, Nino, Sho dan Ohno...
setelah menunggu cukup lama akhirnya Anak2 Arashi satu persatu keluar dari ruang pemeriksaan keimigrasian dan setelah mengecek bagasi dan lain2 rombongan keluar melalui pintu kedatangan...
melihat kerumunan fans yang luar biasa banyak dan heboh anak2 ARASHI membalas mereka dengan senyum dan lambaian tangan termasuk Jun yang saat itu sebenarnya sangat tidak berminat untuk menyapa tapi karna dia harus menunjukan sikap profesionalisme saja dia terpaksa melakukan itu demi ARASHI dan juga demi para fans
setelah melalui hiruk pikuk dan histeria para fans, akhirnya Anak2 Arashi dapat meninggalkan Bandara menuju hotel dengan pengawalan ketat dan setibanya di hotel mereka langsung disodori jadwal yang harus mereka ikuti dari panitia seperti makan siang bersama yang diliput oleh TV lokal dan juga wawancara
dan selanjutnya setelah beristirahat sebentar diteruskan dengan latihan...
dengan jadwal yang demikian ketat Jun mau tidak mau harus mengenyampingkan persoalannya sejenak dan berkonsentrasi penuh dengan concert Arashi apalagi dia sebagai concert leader punya tanggungjawab penuh agar concert berjalan sempurna
Jun berusaha meyakinkan hatinya kalo Mao pasti baik2 saja dan untuk sementara ia harus melupakan Mao sejenak dan mulai untuk memikirkan concert besok malam
latihan hari itu cukup singkat Jun hanya memberikan beberapa instruksi umum yang harus diingat teman2nya
walaupun hari itu bukan latihan sebenarnya, tetapi lumayan membuat anak2 Arashi kelelahan sehingga mereka memutuskan malam itu untuk istirahat lebih awal agar besok paginya bisa melanjutkan latihan kembali lalu siang gladiresik dan selanjutnya concert malam harinya...
malam itu Jun dipersilahkan teman2nya untuk menempati kamar sendiri...
tumben biasanya mereka melakukan junken pon untuk memilih siapa diantara mereka yang bebas menempati kamar sendirian sedangkan yang lainnya berdua... tapi kali ini teman2nya dengan senang hati memberikan itu pada Jun...
untung juga pikirnya dengan begitu dia bisa dengan leluasa menghubungi Mao...
Jun bergegas menuju kamarnya dia ingin segera mencoba kembali mengontak Mao...
saat Jun membuka pintu kamar, tiba2 ia dikejutkan dengan suara yang sangat dikenalnya
"Youkoso..."
Jun tertegun sejenak tidak percaya dengan apa yang dilihatnya... sosok mungil yang sedari pagi mengganggu pikirannya kini ada dihadapannya..
ya.. Mao dengan senyuman manisnya sudah berdiri dihadapannya dan menyapanya
"Youkoso..." sapa Mao sekali lagi...
Jun diam tidak membalas... wajahnya terlihat dingin dia menghiraukan Mao dan berjalan menuju sofa tapi langkahnya terhenti melihat sebuah tart kecil berbentuk hati yang dipenuhi strowbery dan diatasnya ada sebuah lilin...
"ada apa ini ?" tanyanya...
Mao berjalan mengikuti dari belakang lalu mengambil korek dan menyalakan lilinnya
"ini sebuah perayaan..." katanya masih dengan senyum manisnya
"HAH..." Jun tidak mengerti apa yang dimaksud Mao dgn perayaan... perayaan apa? ini bukan hari mereka jadian ini bukan hari ulang tahunnya ataupun Ulang Tahun Mao...
"ini perayaan hari pertama kita kencan... ayo kita tiup..."
Mao mengangkat tart itu lalu menyodorkan ke Jun
Jun terdiam sejenak mencoba mengingat2...
rasanya itu sudah lama sekali terjadi, itu terjadi sehari setelah selesai shooting HYD... 3 tahun yang lalu... dan itu adalah makan malam pertama mereka dengan suasana yang romantis... itu memang kencan pertama mereka walaupun setelah malam itu mereka terpisah beberapa waktu oleh kesibukan masing2 tetapi jun tidak menyangka kalo dia dan Mao dapat menjalani hubungan special mereka selama 3 tahun ini tanpa halangan berarti... dan bahkan sudah setahun Mao resmi menjadi kekasihnya...
Jun tersenyum mengingatnya...
tapi kemudian bertanya... "apa perlu kita merayakan hal seperti itu...?"
"mmmm... perlu... mulai sekarang kamu harus mengingat tanggal2 special kita..." jawab Mao sambil menyodorkan tart lebih dekat lagi dan memberi isyarat pada Jun untuk meniupnya bersama2...
...PUUUFFFHH...." mereka meniup lilin bersama2
setelah itu Mao mengambil tasnya yang tergeletak ditempat tidur dan Jun duduk di sofa memperhatikan Mao yang sedang mencari sesuatu didalam tas...
"hei... kenapa seharian ini kamu sulit aku hubungi...?" tanya Jun dengan nada yang terdengar kesal
"kamu terima messageku kan...? aku khawatir seharian memikirkan kamu..."
Mao hanya tersenyum lalu duduk disampingnya sambil memperlihatkan sebuah rekaman video dari PDA nya...
video itu kiriman nino yang dia terima beberapa jam yang lalu isinya adalah perjalanan Arashi dari Tokyo sampai latihan tadi tapi semua yang terekam di video itu adalah wajah Jun yang sedang kesal... sehingga terlihat ke do's-annya
"aku kangen ekspresimu yang seperti ini... karna itu aku minta Nino merekamkan untukku..." kata Mao sambil menunjuk wajah do's Jun di screen...
"dame... nino... " Jun baru menyadari mengapa latihan kali ini ANOS sepertinya sengaja bikin dia kesel mulai dari o-chan yang sering lupa harus move kemana... Aiba dan Sho yang terus2an becanda dengan saling lempar teka teki konyol... Nino yang sibuk dengan kamera ternyata semua untuk ini...
"jadi... kamu sengaja seharian ini membuat aku kesal dan meminta ANOS untuk menbantumu...?"
Mao tertawa kecil sambil mengangguk...
"kamu terlihat sangat cool dengan ekspesimu itu... "
ia menyandarkan kepalanya dengan manja di bahu Jun
"itu mengingatkan aku pada pertemuan pertama kita... saat itu kamu masuk ke ruang audisi dengan wajah seperti itu... itu kesan pertama yang aku tangkap dari seorang Matsumoto Jun... sombong dan angkuh... ngga kebayang aku bisa jatuh cinta pada sosok seperti itu... " jelas mao panjang...
"mmmm... jadi kamu lebih suka aku yang seperti itu...?" tanya Jun...
"bukan... bukan begitu... aku lebih suka kamu yang penuh dengan senyum seperti ini..."
Mao menarik kedua belah pipi Jun keatas sehingga bibirnya membentuk senyuman...
"tapi aku juga suka dengan ekspresi marahmu... "
"o'ya...? lalu apalagi yang membuat kamu suka padaku...?" tanya Jun lagi...
"semuanya..." jawab Mao cepat...
"aku suka semuanya.... aku suka saat kamu tersenyum... aku suka saat kamu tertawa... aku suka saat kamu serius terutama saat memikirkan sesuatu... "
lalu Mao beranjak dari tempat duduknya dan memperagakan adegan Jun yang sedang marah pada Aiba seperti di video tadi yang membuat Jun tertawa terbahak...
"aku suka saat kamu marah2 walau terkadang menyeramkan..."
Jun meraih tangan Mao dan menariknya untuk duduk dipangkuannya
ia menatap wajah Mao lembut...
"aku suka tatapanmu yang seperti ini..." lanjut mao jarinya menyentuh lembut alis dan mata Jun lalu bergerak kebawah menyentuh bibir Jun... "aku suka dengan..." belum habis mao dengan kata2nya Jun sudah menariknya dan menciumnya mesra...
"kamu udah ngga marah lagi...?" tanya Mao setelah Jun melepas ciumannya...
Jun tersenyum lalu menggelangkan kepala..
"aku ngga akan bisa marah dengan malaikat cantik yang selalu membuat aku tersenyum seperti ini..." katanya dengan suara lembut...
"tapi..." lanjutnya....
"kamu sudah membuat aku khawatir sepanjang hari ini... dan untuk itu kamu harus membayarnya..."
Jun mengangkat Mao dan membawanya ke tempat tidur... teriakan Mao yang memintanya untuk menurunkannya tidak dihiraukannya... malam itu hati jun diliputi perasaan yang sangat bahagia...
wanita yang dicintainya ada bersamanya... menemaninya...
semua kekesalan dan kekhawatirannya selama seharian itu sudah terobati dan kini berganti dengan kebahagiaan..
sejak pagi Jun mencoba mengontak Mao... tapi panggilannya tidak satupun dijawab dan message pun tidak dibalas sampai waktu dia harus masuk kedalam pesawat...
hatinya terus bertanya2 ada apa dengan Mao...? bahkan dari semalam Jun tidak mendapat kabar dari Mao...
ini tidak seperti biasanya, Mao selalu menghubunginya atau meninggalkan voice message setiap malam sebelum berangkat tidur walaupun hanya pesan singkat seperti "jangan terlalu cape sayang..." "jaga kesehatan..." atau " I love u..."
tapi malam itu tidak satupun pesan atau misscall dari Mao yang masuk ke HP Jun justru disaat mereka akan berpisah untuk beberapa hari...
hal ini benar2 membuat Jun merasa khawatir... Jun ingat terakhir mereka bicara via telpon kemaren siang saat itu Mao dalam perjalanan ke tempat latihan untuk berlatih wushu sebagai persiapan shooting Anmitsu2
saat itu rasanya tidak ada hal yang aneh... mereka bicara seperti biasanya... Mao pun terdengar semangat menceritakan tentang rule baru dari dorama yang akan dia mainkan.. tapi malam harinya dan sampai detik ini Mao bagai hilang ditelan bumi...
selama perjalanan Jun lebih banyak terdiam, ANOS yang memperhatikan Jun sejak pagi tadi tidak satupun yang berani mengajaknya bicara...
setelah beberapa jam diudara akhirnya pesawat tiba di bandara shanghai
suasana Bandara saat itu hiruk pikuk sangat berbeda dari biasanya... hari itu banyak sekali gadis2 muda berpenampilan modis berkerumun terutama didepan pintu kedatangan dengan membawa spanduk yang bertuliskan "we love u ARASHI"... "WELCOME ARASHI.." dan lain lain
mereka adalah fan2 Arashi yang sedari pagi sudah menunggu kedatangan Arashi di Bandara dan berharap dapat melihat dan menyapa secara langsung Aiba, Jun, Nino, Sho dan Ohno...
setelah menunggu cukup lama akhirnya Anak2 Arashi satu persatu keluar dari ruang pemeriksaan keimigrasian dan setelah mengecek bagasi dan lain2 rombongan keluar melalui pintu kedatangan...
melihat kerumunan fans yang luar biasa banyak dan heboh anak2 ARASHI membalas mereka dengan senyum dan lambaian tangan termasuk Jun yang saat itu sebenarnya sangat tidak berminat untuk menyapa tapi karna dia harus menunjukan sikap profesionalisme saja dia terpaksa melakukan itu demi ARASHI dan juga demi para fans
setelah melalui hiruk pikuk dan histeria para fans, akhirnya Anak2 Arashi dapat meninggalkan Bandara menuju hotel dengan pengawalan ketat dan setibanya di hotel mereka langsung disodori jadwal yang harus mereka ikuti dari panitia seperti makan siang bersama yang diliput oleh TV lokal dan juga wawancara
dan selanjutnya setelah beristirahat sebentar diteruskan dengan latihan...
dengan jadwal yang demikian ketat Jun mau tidak mau harus mengenyampingkan persoalannya sejenak dan berkonsentrasi penuh dengan concert Arashi apalagi dia sebagai concert leader punya tanggungjawab penuh agar concert berjalan sempurna
Jun berusaha meyakinkan hatinya kalo Mao pasti baik2 saja dan untuk sementara ia harus melupakan Mao sejenak dan mulai untuk memikirkan concert besok malam
latihan hari itu cukup singkat Jun hanya memberikan beberapa instruksi umum yang harus diingat teman2nya
walaupun hari itu bukan latihan sebenarnya, tetapi lumayan membuat anak2 Arashi kelelahan sehingga mereka memutuskan malam itu untuk istirahat lebih awal agar besok paginya bisa melanjutkan latihan kembali lalu siang gladiresik dan selanjutnya concert malam harinya...
malam itu Jun dipersilahkan teman2nya untuk menempati kamar sendiri...
tumben biasanya mereka melakukan junken pon untuk memilih siapa diantara mereka yang bebas menempati kamar sendirian sedangkan yang lainnya berdua... tapi kali ini teman2nya dengan senang hati memberikan itu pada Jun...
untung juga pikirnya dengan begitu dia bisa dengan leluasa menghubungi Mao...
Jun bergegas menuju kamarnya dia ingin segera mencoba kembali mengontak Mao...
saat Jun membuka pintu kamar, tiba2 ia dikejutkan dengan suara yang sangat dikenalnya
"Youkoso..."
Jun tertegun sejenak tidak percaya dengan apa yang dilihatnya... sosok mungil yang sedari pagi mengganggu pikirannya kini ada dihadapannya..
ya.. Mao dengan senyuman manisnya sudah berdiri dihadapannya dan menyapanya
"Youkoso..." sapa Mao sekali lagi...
Jun diam tidak membalas... wajahnya terlihat dingin dia menghiraukan Mao dan berjalan menuju sofa tapi langkahnya terhenti melihat sebuah tart kecil berbentuk hati yang dipenuhi strowbery dan diatasnya ada sebuah lilin...
"ada apa ini ?" tanyanya...
Mao berjalan mengikuti dari belakang lalu mengambil korek dan menyalakan lilinnya
"ini sebuah perayaan..." katanya masih dengan senyum manisnya
"HAH..." Jun tidak mengerti apa yang dimaksud Mao dgn perayaan... perayaan apa? ini bukan hari mereka jadian ini bukan hari ulang tahunnya ataupun Ulang Tahun Mao...
"ini perayaan hari pertama kita kencan... ayo kita tiup..."
Mao mengangkat tart itu lalu menyodorkan ke Jun
Jun terdiam sejenak mencoba mengingat2...
rasanya itu sudah lama sekali terjadi, itu terjadi sehari setelah selesai shooting HYD... 3 tahun yang lalu... dan itu adalah makan malam pertama mereka dengan suasana yang romantis... itu memang kencan pertama mereka walaupun setelah malam itu mereka terpisah beberapa waktu oleh kesibukan masing2 tetapi jun tidak menyangka kalo dia dan Mao dapat menjalani hubungan special mereka selama 3 tahun ini tanpa halangan berarti... dan bahkan sudah setahun Mao resmi menjadi kekasihnya...
Jun tersenyum mengingatnya...
tapi kemudian bertanya... "apa perlu kita merayakan hal seperti itu...?"
"mmmm... perlu... mulai sekarang kamu harus mengingat tanggal2 special kita..." jawab Mao sambil menyodorkan tart lebih dekat lagi dan memberi isyarat pada Jun untuk meniupnya bersama2...
...PUUUFFFHH...." mereka meniup lilin bersama2
setelah itu Mao mengambil tasnya yang tergeletak ditempat tidur dan Jun duduk di sofa memperhatikan Mao yang sedang mencari sesuatu didalam tas...
"hei... kenapa seharian ini kamu sulit aku hubungi...?" tanya Jun dengan nada yang terdengar kesal
"kamu terima messageku kan...? aku khawatir seharian memikirkan kamu..."
Mao hanya tersenyum lalu duduk disampingnya sambil memperlihatkan sebuah rekaman video dari PDA nya...
video itu kiriman nino yang dia terima beberapa jam yang lalu isinya adalah perjalanan Arashi dari Tokyo sampai latihan tadi tapi semua yang terekam di video itu adalah wajah Jun yang sedang kesal... sehingga terlihat ke do's-annya
"aku kangen ekspresimu yang seperti ini... karna itu aku minta Nino merekamkan untukku..." kata Mao sambil menunjuk wajah do's Jun di screen...
"dame... nino... " Jun baru menyadari mengapa latihan kali ini ANOS sepertinya sengaja bikin dia kesel mulai dari o-chan yang sering lupa harus move kemana... Aiba dan Sho yang terus2an becanda dengan saling lempar teka teki konyol... Nino yang sibuk dengan kamera ternyata semua untuk ini...
"jadi... kamu sengaja seharian ini membuat aku kesal dan meminta ANOS untuk menbantumu...?"
Mao tertawa kecil sambil mengangguk...
"kamu terlihat sangat cool dengan ekspesimu itu... "
ia menyandarkan kepalanya dengan manja di bahu Jun
"itu mengingatkan aku pada pertemuan pertama kita... saat itu kamu masuk ke ruang audisi dengan wajah seperti itu... itu kesan pertama yang aku tangkap dari seorang Matsumoto Jun... sombong dan angkuh... ngga kebayang aku bisa jatuh cinta pada sosok seperti itu... " jelas mao panjang...
"mmmm... jadi kamu lebih suka aku yang seperti itu...?" tanya Jun...
"bukan... bukan begitu... aku lebih suka kamu yang penuh dengan senyum seperti ini..."
Mao menarik kedua belah pipi Jun keatas sehingga bibirnya membentuk senyuman...
"tapi aku juga suka dengan ekspresi marahmu... "
"o'ya...? lalu apalagi yang membuat kamu suka padaku...?" tanya Jun lagi...
"semuanya..." jawab Mao cepat...
"aku suka semuanya.... aku suka saat kamu tersenyum... aku suka saat kamu tertawa... aku suka saat kamu serius terutama saat memikirkan sesuatu... "
lalu Mao beranjak dari tempat duduknya dan memperagakan adegan Jun yang sedang marah pada Aiba seperti di video tadi yang membuat Jun tertawa terbahak...
"aku suka saat kamu marah2 walau terkadang menyeramkan..."
Jun meraih tangan Mao dan menariknya untuk duduk dipangkuannya
ia menatap wajah Mao lembut...
"aku suka tatapanmu yang seperti ini..." lanjut mao jarinya menyentuh lembut alis dan mata Jun lalu bergerak kebawah menyentuh bibir Jun... "aku suka dengan..." belum habis mao dengan kata2nya Jun sudah menariknya dan menciumnya mesra...
"kamu udah ngga marah lagi...?" tanya Mao setelah Jun melepas ciumannya...
Jun tersenyum lalu menggelangkan kepala..
"aku ngga akan bisa marah dengan malaikat cantik yang selalu membuat aku tersenyum seperti ini..." katanya dengan suara lembut...
"tapi..." lanjutnya....
"kamu sudah membuat aku khawatir sepanjang hari ini... dan untuk itu kamu harus membayarnya..."
Jun mengangkat Mao dan membawanya ke tempat tidur... teriakan Mao yang memintanya untuk menurunkannya tidak dihiraukannya... malam itu hati jun diliputi perasaan yang sangat bahagia...
wanita yang dicintainya ada bersamanya... menemaninya...
semua kekesalan dan kekhawatirannya selama seharian itu sudah terobati dan kini berganti dengan kebahagiaan..
Believe Me..
Waktu sudah menunjukan pukul 11 malam dan Mao masih asiek berkutat dengan paper yang sedang disusunnya...
ngga terasa dia berhadapan dengan notebooknya sejak sore tadi...
"huuuuuuh.... pegel juga..." Mao merentangkan kedua tangannya mencoba mengendorkan otot2nya yang tegang...
kemudian meraih gelas yang yang telah kosong dihadapannya dan beranjak menuju lemari es
saat dia menuangkan juice ke gelasnya tiba2 HP nya berbunyi...
dari sakurako... hmmm ada apa malam2 begini dia telpon? gumamnya
"ya haloo....!" sesaat setelah dia mebuka HP nya...
"Mao... cek Gendai.net...! ada beritamu dan Jun... mereka telah memberitakan kalian... dan itu sudah tersebar juga ke website yang lain" terdengar suara sakurako diseberang sana... Mao bergegas kembali menuju NB nya dan membuka website yang dimaksud sakurako...
dan matanya ngga berkedip membaca kalimat perkalimat, benar saja rumor tentang kedekatannya dengan Jun sedang merebak di Internet mereka dikabarkan berkencan secara sembunyi2...
Mao menghela nafas... akhirnya kekuatiran dia selama ini terjadi juga....
dia dan Jun sudah sedemikian hati2 agar hubungan mereka tidak diketahui public tapi kini rumor tentang hubungan mereka sudah tercium public...
ntah apa yang akan terjadi dengan mereka berdua setelah hal ini menyeruak, apalagi mengingat menagement dia dan juga Jun sangat ketat dalam hal ini...
Mao segera meraih HP nya dan memijit nomor Jun...
"ya haloooo..." terdengar suara Jun diseberang sana... "Mao... ada apa?"
"Jun.. sudah baca website Gendai? ada berita kita disana..."
"hmmm... aku tau dan aku sekarang sedang membicarakan hal itu dengan management..." suara Jun terdengar begitu tenang
"kamu jangan terlalu panik dulu... kita bicarakan hal ini nanti... aku akan call balik setelah aku selesai disini... Ok..." Jun menutup telponnya...
Mao tau ini adalah masalah besar baginya dan Jun tapi mendengar suara Jun yang tetap tenang membuatnya sedikit tenang juga walaupun dibenaknya masih bertanya2 apa yang akan terjadi selanjutnya...
malam itu dia sulit sekali untuk memejamkan matanya... HP masih digenggamannya
"jun... cepat telpon aku.." gumamnya tidak sabar menunggu kabar dari Jun...
saat dirinya mulai terlelap sebentar tiba2 HPnya berbunyi...
sesaat dia terbangun dan segera membukanya... dia melihat jam di HP sudah menunjukan pukul 4.30 pagi...
"ya Jun..." jawabnya segera
"Mao... turun lah... aku menunggumu dibawah..." terdengar suara Jun diseberang sana
Mao segera meraih sweaternya dan bergegas keluar apartementnya...
dia menuju mobil Jun yang terparkir diseberang jalan... Jun segera membukakan pintu mobil dari dalam...
"masuklah..."
lalu Jun menjalankan mobilnya segera...
"Jun... bagaimana? tanya Mao sesaat setelah mobilnya melaju....
Jun memandang wajah mao sebentar lalu kembali memperhatikan jalan didepan...
"ngga ada yang perlu dikhawatirkan... semua akan baik2 aja... aku janji..."
"tapi aku rasa manajement mu tidak akan tinggal diam karna masalah ini kan...?" nada mao terdengar sangat khawatir...
"apa mereka akan melarangmu untuk bertemu aku? mereka pasti memintamu untuk menjauhi aku kan? atau melarang kita untuk terlibat dalam project yang sama lagi...? tanyanya beruntun...
Jun memarkirkan mobilnya ditepian sungai dihadapan mereka masih terlihat sebagian lampu2 gedung yang masih menyala pemandangan malam menjelang pagi yang indah...
"aku tidak akan membiarkan itu terjadi Mao..." Jun memandang Mao yang tertunduk sedih dihadapannya...
"aku telah menceritakan tentang kita kepada mereka... pada akhirnya mereka harus tau kalau kau adalah kekasihku..." lanjut Jun
Mao mengangkat wajahnya... "lalu tanggapan johnny bagaimana?" tanyanya lagi...
"dia belum bereaksi apa2... aku belum tau apa yang akan dia putuskan..."
"dia pasti tidak akan menyetujui hubungan kita kan...?" mata mao terlihat mulai berkaca2
Jun memegang lembut kepala Mao dan berkata "aku ngga perduli dia setuju atau tidak..."
"ini adalah hidupku... dan kamu adalah pilihanku..." wajah Jun mendekat ke wajah Mao...
"untuk hal lain aku akan menurut apapun yang dia perintahkan... tapi untuk hal yang berkaitan denganmu... dia tidak bisa mengaturku... dan aku tidak akan sejengkalpun menjauh darimu" suara Jun terdengar tegas...
"Mao... aku harap kamu tidak menyerah... apapun yang akan terjadi... tetap bersamaku... kita pasti bisa menghadapi ini bersama2"
mata Jun menatap tajam Mao... mereka saling bertatapan...
"aku percaya kita akan baik2 saja... Johnny dan juga fansku... mereka tau kalo kamu yang terbaik untukku... aku yakin mereka akan menerima hubungan kita"
Mao melihat kepercayaan diri Jun yang begitu besar... dan itu memberinya kekuatan penuh untuk tetap berada disampingnya bersama berjuang untuk mempertahankan cinta mereka... Mao merasa bersama Jun semua sepertinya akan baik2 saja...
"Mao... kamu percaya aku kan...?" tatapan mata Jun sangat dalam meyakinkan Mao
Mao memeluk Jun dengan erat... "emmm.. aku percaya Jun..." mereka berpelukan lama....
matahari mulai menampakan dirinya... sinarnya terlihat bagaikan emas menghiasi langit dan kehangatanpun mulai terasa...
Jun melonggarkan pelukannya dan mendekatkan wajahnya ke wajah Mao sangat dekat sampai kening dan hidung mereka bersentuhan lalu Jun berkata setengah berbisik... "aku mencintaimu..." dan Mao pun menjawab "aku juga mencintaimu..." lalu mereka berpelukan kembali disaksikan sang mentari pagi yang indah..
ngga terasa dia berhadapan dengan notebooknya sejak sore tadi...
"huuuuuuh.... pegel juga..." Mao merentangkan kedua tangannya mencoba mengendorkan otot2nya yang tegang...
kemudian meraih gelas yang yang telah kosong dihadapannya dan beranjak menuju lemari es
saat dia menuangkan juice ke gelasnya tiba2 HP nya berbunyi...
dari sakurako... hmmm ada apa malam2 begini dia telpon? gumamnya
"ya haloo....!" sesaat setelah dia mebuka HP nya...
"Mao... cek Gendai.net...! ada beritamu dan Jun... mereka telah memberitakan kalian... dan itu sudah tersebar juga ke website yang lain" terdengar suara sakurako diseberang sana... Mao bergegas kembali menuju NB nya dan membuka website yang dimaksud sakurako...
dan matanya ngga berkedip membaca kalimat perkalimat, benar saja rumor tentang kedekatannya dengan Jun sedang merebak di Internet mereka dikabarkan berkencan secara sembunyi2...
Mao menghela nafas... akhirnya kekuatiran dia selama ini terjadi juga....
dia dan Jun sudah sedemikian hati2 agar hubungan mereka tidak diketahui public tapi kini rumor tentang hubungan mereka sudah tercium public...
ntah apa yang akan terjadi dengan mereka berdua setelah hal ini menyeruak, apalagi mengingat menagement dia dan juga Jun sangat ketat dalam hal ini...
Mao segera meraih HP nya dan memijit nomor Jun...
"ya haloooo..." terdengar suara Jun diseberang sana... "Mao... ada apa?"
"Jun.. sudah baca website Gendai? ada berita kita disana..."
"hmmm... aku tau dan aku sekarang sedang membicarakan hal itu dengan management..." suara Jun terdengar begitu tenang
"kamu jangan terlalu panik dulu... kita bicarakan hal ini nanti... aku akan call balik setelah aku selesai disini... Ok..." Jun menutup telponnya...
Mao tau ini adalah masalah besar baginya dan Jun tapi mendengar suara Jun yang tetap tenang membuatnya sedikit tenang juga walaupun dibenaknya masih bertanya2 apa yang akan terjadi selanjutnya...
malam itu dia sulit sekali untuk memejamkan matanya... HP masih digenggamannya
"jun... cepat telpon aku.." gumamnya tidak sabar menunggu kabar dari Jun...
saat dirinya mulai terlelap sebentar tiba2 HPnya berbunyi...
sesaat dia terbangun dan segera membukanya... dia melihat jam di HP sudah menunjukan pukul 4.30 pagi...
"ya Jun..." jawabnya segera
"Mao... turun lah... aku menunggumu dibawah..." terdengar suara Jun diseberang sana
Mao segera meraih sweaternya dan bergegas keluar apartementnya...
dia menuju mobil Jun yang terparkir diseberang jalan... Jun segera membukakan pintu mobil dari dalam...
"masuklah..."
lalu Jun menjalankan mobilnya segera...
"Jun... bagaimana? tanya Mao sesaat setelah mobilnya melaju....
Jun memandang wajah mao sebentar lalu kembali memperhatikan jalan didepan...
"ngga ada yang perlu dikhawatirkan... semua akan baik2 aja... aku janji..."
"tapi aku rasa manajement mu tidak akan tinggal diam karna masalah ini kan...?" nada mao terdengar sangat khawatir...
"apa mereka akan melarangmu untuk bertemu aku? mereka pasti memintamu untuk menjauhi aku kan? atau melarang kita untuk terlibat dalam project yang sama lagi...? tanyanya beruntun...
Jun memarkirkan mobilnya ditepian sungai dihadapan mereka masih terlihat sebagian lampu2 gedung yang masih menyala pemandangan malam menjelang pagi yang indah...
"aku tidak akan membiarkan itu terjadi Mao..." Jun memandang Mao yang tertunduk sedih dihadapannya...
"aku telah menceritakan tentang kita kepada mereka... pada akhirnya mereka harus tau kalau kau adalah kekasihku..." lanjut Jun
Mao mengangkat wajahnya... "lalu tanggapan johnny bagaimana?" tanyanya lagi...
"dia belum bereaksi apa2... aku belum tau apa yang akan dia putuskan..."
"dia pasti tidak akan menyetujui hubungan kita kan...?" mata mao terlihat mulai berkaca2
Jun memegang lembut kepala Mao dan berkata "aku ngga perduli dia setuju atau tidak..."
"ini adalah hidupku... dan kamu adalah pilihanku..." wajah Jun mendekat ke wajah Mao...
"untuk hal lain aku akan menurut apapun yang dia perintahkan... tapi untuk hal yang berkaitan denganmu... dia tidak bisa mengaturku... dan aku tidak akan sejengkalpun menjauh darimu" suara Jun terdengar tegas...
"Mao... aku harap kamu tidak menyerah... apapun yang akan terjadi... tetap bersamaku... kita pasti bisa menghadapi ini bersama2"
mata Jun menatap tajam Mao... mereka saling bertatapan...
"aku percaya kita akan baik2 saja... Johnny dan juga fansku... mereka tau kalo kamu yang terbaik untukku... aku yakin mereka akan menerima hubungan kita"
Mao melihat kepercayaan diri Jun yang begitu besar... dan itu memberinya kekuatan penuh untuk tetap berada disampingnya bersama berjuang untuk mempertahankan cinta mereka... Mao merasa bersama Jun semua sepertinya akan baik2 saja...
"Mao... kamu percaya aku kan...?" tatapan mata Jun sangat dalam meyakinkan Mao
Mao memeluk Jun dengan erat... "emmm.. aku percaya Jun..." mereka berpelukan lama....
matahari mulai menampakan dirinya... sinarnya terlihat bagaikan emas menghiasi langit dan kehangatanpun mulai terasa...
Jun melonggarkan pelukannya dan mendekatkan wajahnya ke wajah Mao sangat dekat sampai kening dan hidung mereka bersentuhan lalu Jun berkata setengah berbisik... "aku mencintaimu..." dan Mao pun menjawab "aku juga mencintaimu..." lalu mereka berpelukan kembali disaksikan sang mentari pagi yang indah..
Langganan:
Postingan (Atom)