Sabtu, 03 Januari 2009

"HUG"

"hwooaaaaahhhh.." Mao merentangkan kedua tangannya mencoba melonggarkan otot2nya yang masih kaku.. ia baru saja bangun.. matanya masih terasa mengantuk.. sebenarnya ia masih ingin tidur beberapa jam lagi namun pagi itu Jun akan datang ke Apartementnya. Mereka berdua berencana untuk menghabiskan waktu bersama.. dan mao harus bersiap sebelum Jun tiba..
Hug anjing kesayangannya berlari dan melompat kepangkuannya saat tau tuannya sudah bangun dari tidurnya

"ohayou Hug.." sapanya, ia mengangkat hug dan mendekatkannya ke wajahnya
"hari ini aku dan Jun akan menemanimu seharian penuh.. kamu pasti senang kan..?" katanya sambil
tersenyum lalu meletakan hug dilantai dan beranjak dari tempat tidurnya untuk mandi..

Sebenarnya bukan hari ini saja Mao dan Jun menghabiskan waktu bersama.. dua hari sebelumnya mereka shopping sehari penuh lalu makan malam berdua di restoran favorite dan beberapa hari sebelumnya mereka juga menghabiskan waktu berlibur ke daerah pantai..
Mao dan Jun memang sedang punya banyak waktu free.. hal itu sudah mereka atur bersama agar bisa berbarengan menikmati masa istirahat setelah padatnya pekerjaan mereka di tahun 2008 lalu..
Jun setelah HYD F dan AAA 2008 concert belum ada project lain yang bisa menyita banyak waktunya saat ini ia masih menyeleksi beberapa dorama yang disodorkan kepadanya
demikian juga dengan Mao, setelah HYD F dan Anmitsu SP ia belum dipadatkan dengan jadwal shooting sampai Maret mendatang..
baru setelah Wisudanya dibulan maret ia akan kembali sibuk untuk shooting film barunya Boku no hatsukoi wo kimi ni sasagu.



Mao baru saja selesai memberi hug makan saat bell Apartemennya berbunyi..

"nah hug.. itu pasti Jun.." katanya sambil bergegas membukakan pintu untuk Jun

"ohayo..." sapanya begitu melihat jun berdiri didepan pintu

"ohayo.." balas jun.. kedua tangannya penuh membawa tas belanjaan

"ee.. apa ini..?" tanya Mao..

"bahan makanan.. hari ini aku akan masakan makanan buatmu sekalian ngajarin kamu masak.." jawab jun sambil berlalu menuju dapur

"ohayou hug.." sapanya saat melewati hug yang sedang asiek dengan makanannya..



Jun mulai mengeluarkan bahan2 makanan yang dia bawa dan mempersiapkan bahan2 itu diatas meja..
Mao berdiri di belakangnya mengintip dari balik punggung Jun

"hhmmm.. menu special apa yang mau kamu bikin buatku jun..?"

"udang saus pedas..."jawab jun sambil melemparkan celemek ke wajah mao.. "pake ini.."

"haiii.. sensei.. " Mao membungkukkan badannya dalam2 lalu memakai celemek yang diberikan Jun..

"baka.." jun tertawa melihat tingkah mao dan mendorong kening mao dengan telunjuknya..

"ok.. kita mulai.. tolong bawang bombay serta paprika kamu potong2.. aku akan siapkan udangnya.. setelah itu kamu perhatikan cara aku memasak.." perintah Jun

"haii.." sekali lagi Mao membungkukkan badannya kemudian mereka pun asiek dengan kegiatan memasak hari itu.

15 menit berlalu akhirnya makanan yang dibuat siap tersaji dimeja makan

"udang saus pedas inoue mao special.. itadakimas.." ujar Mao dengan wajah berbinar seperti anak kecil yang senang mendapatkan coklat kesukaannya.. melihatnya Jun hanya tersenyum dan mengikuti
"itadakimas.."

"setelah ini apa yang akan kita kerjakan hari ini..?" tanya Jun setelah mereka selesai bersantap

"membereskan rumah dan memandikan hug.." jawab mao..

"yosh.. kalo gitu serahkan urusan rumah padaku dan hug jadi urusan kamu.." Jun bangkit dari tempat duduknya bersiap membereskan peralatan makan namun mao menahannya

"eeiitt.. ngga bisa gitu.. kita janken pon dulu.. biar lebih menjunjung azas keadilan.." katanya sambil mengepalkan tangan mengajak Jun melakukan janken pon..
"yang kalah mandiin Hug.." katanya lagi..

"aku ngga mau.. hug itu urusan kamu.. lagipula aku ngga terbiasa ngurusin anjing.. dan kamu juga tau aku ngga suka binatang.."elak Jun

"kalo belum terbiasa.. ya sekarang waktunya membiasakan diri.. lagipula kalo kamu suka dengan tuannya kamu harus terima kami dalam satu paket.." desak Mao

"aturan dari mana itu..? aku tetep ngga mau.." Jun tidak menghiraukan Mao ia tetap membereskan piring2 yang kotor dan segera mengangkatnya dan membawanya ketempat cucian..
mao mengikutinya dari belakang sambil menggendong hug..

"hhmmm... kita blon melakukan junke pon lho.. tapi kamu keliatannya dah yakin kalah.. kamu takut kalah kan..?" godanya

kali ini perkataan mao menyentuh harga dirinya.. Jun paling tidak suka dengan kata "kalah.." dan mao sangat tau itu.
Jun membalikkan badannya kearah mao sambil mengepalkan tangannya bersiap melakukan junken pon..
"gunting.. kertas.. batu..." ujarnya.. daaan ternyata mao yang menang.. Mao tertawa terbahak sambil menyerahkan hug kepangkuan Jun..

Jun tidak bisa berkata apa2.. dia mengigit bibir bawahnya dan diam memandangi Mao dengan wajah do's
Mao mendekati Jun dan menepuk kedua pipi Jun..

"ini saatnya kamu mengakrabkan diri dengan hug.. my sweetheart.." katanya lalu mengecup pipi jun dan berlalu ke tempat cucian piring..

Jun tertunduk lesu.. kenapa hari ini dia harus berurusan dengan hug gumamnya dalam hati..



mereka menghabiskan waktu yang tersisa hari itu dengan bersantai sembari tiduran dilantai diruang tengah sambil mendengarkan lagu2 kesukaan mereka berdua dan membicarakan hal2 menarik..

"kamu pernah memikirkan tentang pernikahan mao..?" tanya jun ditengah obrolan

"he emm.." mao menganggukkan kepala..
"aku rasa yang namanya perempuan dari kecil sudah punya hayalan tentang pernikahan.. karna itu anak perempuan lebih suka main rumah2an dibanding anak laki laki.. begitu juga denganku.. dulu aku berpikir akan menikah diusiaku sekarang ini dan memiliki anak perempuan yang lucu.. kayanya menarik banget kalo aku bisa memiliki anak diusia muda sehingga saat anakku beranjak remaja perbedaan kita tidak terlalu jauh.." jawab mao panjang..
"sayang.. hal itu ngga mungkin karna aku terlanjur masuk kedunia entertaiment seperti sekarang ini.." lanjutnya..

Jun tersenyum mendengar kata2 mao.. lalu ia beranjak mendekati Mao menyentuh perut mao dengan lembut dan menciumnya..

"hei.. ada apa..?" tanya mao heran

"mendengar omonganmu aku jadi membayangkan ada seorang bayi diperutmu saat ini.. bayi kita.." jawabnya sambil tersenyum

Mao tertawa mendengarnya
"itu akan terjadi 4 tahun mendatang Jun.."

"ya.. aku tau itu.. tapi 4 taun waktu yang cukup lama.." jun kemudian membaringkan badannya disamping Mao

"kurasa ngga.. kamu ingat kita sudah menjalani hubungan ini selama 3 tahun.. tapi rasanya baru kemaren.. jadi menunggu 4 tahun lagi bagiku tidak akan terlalu lama.." Mao meyakinkan

Jun memandang Mao lalu menggeser posisinya lebih dekat lagi dengan mao..

"kamu bener.. 3 tahun rasanya baru kemaren.. kita pasti bisa menunggu 4 tahun lagi untuk mewujudkan mimpi kita.." ujarnya pelan..
"kamu tau impian terbesarku..?" tanyanya setengah berbisik dikuping Mao..
"menikahimu dan kita akan membentuk keluarga yang bahagia.. dimana hanya ada aku, kamu dan anak2 kita dan tentunya bersama hug juga.."

Mao tersenyum mendengarnya..
"hug juga..?" tanyanya

"he em.." jawab jun lalu dengan lembut mengecup kening mao lalu hidung Mao dan terakhir bibirnya mendarat dibibir Mao..

namun.. belum puas rasanya Jun merasakan hangatnya bibir Mao tiba2 saja Hug melompat diantara tubuhnya dan tubuh Mao..

"aaaaaaaa.... Mao... lain kali bisa ngga kamu ikat Hug disaat kita sedang bermesraan seperti ini.." teriaknya kesal.. yang dijawab Hug dengan gonggongan kecil..

3 komentar:

  1. yosh..kamay.....saiko
    baca panpic kamay selalu bikin ehm...ehm....
    cepet" diapdet lagi ya jeng....he...he

    BalasHapus
  2. Kyaaaaaaaa..........
    doki doki desh
    hohohooh

    BalasHapus
  3. kyaaaaaaaaaaa.... aweeettt bangett :D >.<

    BalasHapus