Jun baru saja pulang dari studio.. ia dan rekan2nya di Arashi baru saja menyelesaikan rekaman terakhir untuk album terbaru mereka..
ia melihat arloji ditangannya sudah pukul 2 dini hari, Mao saat ini pasti sudah tidur pikirnya.. ia mengurungkan niatnya untuk membunyikan bell dan merogoh tasnya untuk mencari kunci apartemen lalu membukanya..
saat ia masuk , ia mendapati lampu ruang tengah masih menyala dan diliatnya Mao tertidur disofa dengan tangannya masih memegang novel favoritenya..
"baka.. kenapa kamu tertidur disini lagi..? kebiasaan.." gumamnya dalam hati
Jun mengambil novel dari tangan Mao pelan2 sekali takut membangunkannya namun Mao tetap terbangun dan terkejut melihat Jun sudah ada dihadapannya..
"tadaima.." sapa Jun pelan..
"okaeri.. " balas Mao
"sory aku ngagetin kamu.. kita pindah ke kamar ya.." ajak Jun tangannya siap menggendong Mao..
namun Mao dengan sigap menepis tangan Jun..
"ngga usah aku bisa sendiri kok.. lagian kamu pasti cape setelah seharian ini di studio.." lalu ia bangkit dari sofa dan beranjak menuju kamar
aneh.. pikir Jun.. ngga biasanya Mao bersikap seperti itu.. dari tadi pagi saat Jun akan berangkat ke Studio sikap Mao sudah terlihat berbeda.. lebih banyak diam dan hanya menjawab pertanyaan Jun seadanya..
"ada apa denganmu hari ini.." tanya Jun saat mereka sudah berada ditempat tidur
"ngga ada apa apa.. " jawab Mao pendek..
"jangan bohong.. aku tau pasti ada sesuatu yang mengganggumu.. apa soal rumor yang beredar..?" tanya Jun lagi..
"aku udah bilang ngga ada apa2 Jun.. aku hanya cape.. aku mau tidur.." lalu mao membalikan badannya membelakangi Jun
Jun belum puas dengan jawaban mao.. tapi ia tidak ingin mendesaknya..
Ia mematikan lampu duduk disamping tempat tidurnya dan mulai memejamkan matanya..
namun pikirannya terus menerawang.. Jun mencoba menebak nebak apa yang sedang mengganggu pikiran Mao..
belum lama ini ada rumor yang beredar mengenai dirinya dengan lawan mainnya difilm terbaru.. Aya Ueta..
banyak yang memuji acting mereka.. beberapa media menulis keserasian mereka sebagai sepasang kekasih onscreen.. tabloid2 gosip pun turut meramaikan berita mereka dengan rumor kalo mereka menjalin hubungan special dan sering bertemu diluar shooting..
Jun yakin berita2 itulah yang mengganggu pikiran Mao saat ini.. namun Jun menahan diri untuk bertanya pada Mao.. baginya bukan waktu yang tepat untuk menanyai Mao sekarang ini..
*****
keesokan harinya..
pagi2 sekali Mao sudah berada didapur.. ia sibuk menyiapkan sarapan untuk Jun.. hari itu Jun harus kembali ke studio karna ada meeting.. dan Mao sudah terbiasa membuka agenda Jun untuk mengetahui jadwal kegiatan Jun dan menyiapkan segala keperluan Jun.. Ia senang melakukan hal itu.. baginya ini latihan untuk membiasakan diri jika kelak ia menjadi ny matsumoto..
tidak berapa lama Jun keluar dari kamarnya dan menghampiri Mao
"ohayo.." sapanya
"ohayo.." balas Mao
Jun memegang pundak mao dari belakang.. lalu mengecup kepala Mao dengan lembut..
"hmmm apa nih yang kamu buat untukku pagi ini..?" tanyanya
"sandwich tuna.." jawab Mao pendek
Jun lalu menarik kursi dan duduk di meja makan.. la menuangkan cofe ke cangkir yang sudah Mao sediakan dan menghirupnya..
"ini sandwichmu.." Mao menyodorkan sandwich dipiring kehadapan Jun
"arigatou..." ujar Jun ia mengambil sandwich yang disodorkan sambil matanya memperhatikan wajah Mao
"ne.. Mao.. kamu masih ngga mau cerita ada apa denganmu..?" tanyanya sambil melahap sandwich kegemarannya itu..
Mao tidak menjawab.. ia menarik kursi dan duduk dihadapan Jun..
Jun masih memperhatikan wajah mao menunggu reaksinya namun tidak ada reaksi apapun hingga beberapa saat iapun bertanya lagi
"apa kamu mulai terpengaruh dengan gosip2 itu..?
"aku udah bilang.. aku ngga kenapa2..." kali ini mao menjawabnya namun matanya mencoba menghindar dari tatapan Jun
"ngga kenapa2..? tapi sikapmu itu bilang 'ada apa2'.. aku ngga ingin kamu termakan gosip murahan diluar sana tentang aku dan ueta.."
Mao diam dalam hatinya dia bergumam justru itu Jun yang sedang mengganggu pikiranku saat ini tapi aku ngga mau kamu tau...
Jun semakin serius menatap Mao
"hey.. kamu mulai percaya dengan mereka?" tanyanya..
"Jun.. aku lebih mempercayaimu dibanding mereka.. kamu jangan kwatir.. "jawab Mao
Mao berdiri hendak beranjak dari meja makan.. ia berusaha menghindari tatapan Jun yang mulai membuatnya kikuk.. tapi tangan Jun menahannya..
"bagaimana aku ngga kwatir kalo kamu ngga bilang alasan dari sikapmu ini.."
Jun lalu berdiri dan menarik tangan Mao agar lebih mendekat ..
namun tiba2 HP Jun berbunyi dan ia segera mengangkatnya..
"ya sho... ada apa..?" tanyanya
"aku akan terlambat... kalian bisa mulai saja tanpa aku dulu..." lalu menutup HP nya
"pergilah.. mereka udah nunggu distudio kan..?" Mao berusaha menghindar dari pertanyaan Jun
"aku ngga akan pergi sebelum kamu cerita.."
"aku harus cerita apa..? sudah aku bilang ngga ada apa2... mungkin aku hanya kecapaian.. nanti malam saat kamu kembali aku akan seperti biasa lagi.. aku janji.." ujar Mao mencoba meyakinkan Jun
tapi Jun masih tetap ditempatnya matanya tidak lepas dari Mao.. dan ini membuat Mao bertambah kikuk.. tatapan Mata Jun dan sorot matanya selalu membuat Mao tidak berdaya.. mata itu seolah2 sedang membaca pikirannya dan juga perasaannya..
"pergilah.. bukankah meeting kali ini sangat penting.. dan mereka sudah menunggumu.." pintanya
"sudah kubilang aku takan pergi.." jawab Jun tegas..
"Matsumoto Jun sejak kapan kamu mengabaikan urusan yang berkaitan dengan Arashi... bukankan Arashi yang terpenting buatmu... lagipula masalahku ini tidak terlalu penting buatmu.." sekali lagi Mao mencoba meyakinkan Jun
"sejak cincin itu ada dijarimu.. " Jun menunjuk cincin dijari manis mao.. cincin berlian yang ia berikan sebagai tanda keseriusannya dengan mao..
"sejak saat itu kamulah yang terpenting buatku.." lanjutnya
Mao terdiam.. ia tidak tau harus berkata apa.. Jun pasti tidak akan beranjak dari tempatnya sebelum ia cerita masalah yang sedang mengganggu pikirannya sekarang ini..
Mao menghela nafas panjang menenangkan dirinya.. lalu ia berkata pelan..
"maafkan aku Jun.. jangan desak aku terus.. aku hanya butuh waktu untuk sendirian.. aku janji ini ga akan lama.. please ngertiin aku.. sekarang pergilah.. jangan kwatirkan aku.. ngga ada hal serius yang harus aku ceritakan ama kamu.."
jun mendekatkan wajahnya ke Mao.. matanya menatap mao dengan tajam
"aku ngga percaya kalo ngga ada hal yang serius.. aku tau kamu Mao.." ujarnya
"bukannya dulu kamu yang bilang kalo kita harus berbagi.. kamu juga yang bilang aku adalah bagian dari dirimu.. tapi sekarang, untuk sekedar tau apa yang sedang mengganggu pikiranmu aja aku ngga berhak.. kamu tempatkan aku dimana..?" suara Jun mulai meninggi.. rasa kecewa terlihat jelas diraut wajah Jun
ia lalu mengambil tasnya dan berlalu dari hadapan Mao..
"aku benar2 merasa tidak berguna.." ia meninggalkan Mao yang masih terdiam ditempatnya
didepan pintu Jun berhenti sebentar lalu menoleh kearah Mao..
"kamu perlu waktu untuk sendirian.. baiklah aku beri sebanyak yang kamu butuhkan.. dan aku tidak akan bertanya lagi.. " lalu menutup pintu apartement dengan kuat
Mao terduduk di kursi dengan lemas.. ia sadar telah mengecewakan Jun dengan sikapnya..
ia juga menyalahkan dirinya yang tidak bisa berlaku wajar dihadapan Jun..
apa yang Jun sangkakan mengenai rumor itu memang benar adanya..
Mao sangat terganggu dengan isue yang beredar.. tapi bukan berarti ia tidak percaya dengan Jun..
Mao tau tidak ada wanita lain dihati Jun kecuali dirinya dan Mao tau bagaimana besarnya cinta Jun untuknya..
namun mendengar rumor yang beredar hati Mao terasa sakit.. Ia tidak bisa menampik rasa cemburu.. ia tidak tahan mendengar orang2 berbicara tentang Jun dan Aya Ueta.. rasanya ia ingin membungkam suara2 itu dan berteriak akulah kekasih Jun bukan Aya.. akulah wanita yang selama ini mengisi hati Jun bukan Aya.. tapi ia sadar itu tidak mungkin dilakukan.. bahkan untuk meminta Jun mengklarifikasi kabar itupun rasanya tidak mungkin.. ia tau resiko mencintai seorang Matsumoto Jun.. bukan sekali ini Jun diisukan dekat dengan lawan mainnya.. tapi ntah kenapa rumor kali ini terasa sakit buatnya..
Mao masih belum beranjak dari tempat duduknya.. matanya terpejam.. dipelupuk matanya masih terbayang wajah kecewa Jun...
"maafkan aku Jun.." gumamnya..
"aku ngga bisa cerita mengenai perasaanku ini... aku tidak ingin kamu melihat kelemahanku..."
ia tertunduk dan perlahan membuka matanya.. ia melihat cincin yang melingkar indah dijari manisnya lalu perlahan menyentuhnya dengan lembut...
"cincin ini mewakili diriku.. mewakili hatiku.." kata2 Jun yang tulus saat itu seolah sayup terdengar kembali ditelinga Mao... kata2 itulah yang Jun utarakan saat melamar dirinya...
"aku ingin kamu menjadi ibu dari anak2ku.."
Mao memejamkan matanya kembali... sekarang apa yang ia Mau...? Jun telah memberikan segalanya untuk nya.. dirinya dan juga hatinya...
bahkan Maolah sekarang orang yang terpenting dalam hidup Jun
"sejak cincin itu ada dijarimu.. sejak saat itu kamulah yang terpenting buatku.."
Jun menempatkan dirinya bahkan diatas arashi bukankah itu lebih dari segalanya dibanding sekedar pengakuan orang lain akan status hubungannya dengan Jun..?
lalu apalagi yang ia inginkan..? mungkin ia merasa lelah dengan hubungan rahasia yang ia jalani bersama Jun.. tapi apakah hanya ia yang lelah..? bagaimana dengan Jun..? ia tau benar buat Jun hal ini sama beratnya..
Mao menarik nafas panjang.. mengapa ia bisa seegois ini...??
****
di studio..
Sho memperhatikan Jun yang duduk sendiri dipojokan ruang santai sambil mempermainkan HPnya...
sebagai teman yang telah lama mengenal Jun ia tau ada persoalan yang sedang menghinggapi sahabatnya itu..
ia lalu mendekati Jun dan menepuk bahunya...
"hai.. sedang apa..?" tanyanya lalu duduk disebelah Jun
"dari tadi aku liat kamu cuman mainin HP.. ragu mo nelpon seseorang..?" tanyanya lagi...
Jun menoleh sebentar kearah Sho.. lalu kembali memainkan HP nya...
"kalo kamu mau berbagi denganku.. aku siap menjadi pendengar yang baik Jun.."
Jun menghela nafas panjang.. iya menyandarkan kepalanya di sandaran kursi.. matanya menerawang kelangit2...
"aku hanya bingung dengan sikap wanita..." katanya lirih...
"ho ho.. kenapa emangnya.. bukannya kamu ahlinya dalam menghadapi wanita..?" seloroh sho..
jun menoleh ke sho lagi dengan dahi berkerut lalu meluruskan kembali posisi duduknya..
"aku lagi bingung sama Mao.. sikapnya aneh dari kemaren banyak diam tapi saat aku tanya jawabannya ngga ada apa2.." lanjut Jun
"mmmm.. lagi bulannya kali..." sekali lagi sho mencandai Jun namun segera menghentikannya melihat wajah Jun yang semakin serius..
"sory.. sory.. aku becanda..." katanya
"apa karna gosip tentang kamu dan ueta..?"
Jun menggelengkan kepalanya... "entahlah..."
"hmmm... mungkin saja gosip itu penyebabnya.. siapapun pasti cemburu kalo ada diposisi Mao.." sho mencoba menarik kesimpulan
"mungkin aja.."ujar Jun
"aku lebih lega jika persoalannya hanya cemburu... yang aku kwatirkan jika dia mulai lelah menghadapi gosip yang sering kali menyerangku.."
"no.. no..no.. jangan berfikir terlalu jauh... mao bukan cewe yang lemah dan gampang menyerah kok..." Sho mencoba menenangkan
"mending kamu biarin aja dulu.. mungkin dia butuh waktu untuk sendiri Jun.."lanjut sho
"memang itu yang dia minta.. dan itu yang membuatku marah pagi ini.."
"are?.. ternyata tabiat burukmu dipagi hari ngga berubah ya... sangat gampang emosi.." sho memandang temannya ini dengan pandangan serius...
"aku rasa dia memang hanya butuh waktu untuk sendiri.. "lanjut sho
"kadang kita juga seperti itu kan... lagipula ngga semua persoalan bisa kita share dengan pasangan.. apalagi jika itu bisa membuat keadaan menjadi ngga enak.. kadang kita hanya butuh menyendiri untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi.." Jelas Sho..
"beri dia ruang sedikit untuk dirinya sendiri.. aku yakin Mao ngga bermaksud main rahasia2an denganmu.. dia enggan membicarakannya denganmu karna mungkin saja kalo dia cerita justru bisa bikin keadaan jadi ngga enak.. "
"tapi aku merasa tidak dibutuhkan dan itu sangat tidak aku sukai.." timpal Jun..
"hey.. sedikit mengalah lah.. jangan egois gitu.. dengan kamu memberi dia ruang, kamu sudah membantunya Jun.. tetap berdiri dibelakangnya.. jika memang dia membutuhkanmu pastinya dia akan datang padamu segera... jangan terlalu menekan dia.. "
Jun mendengar kata2 sho dengan serius.. apa yang disampaikan sho itu benar.. dia menyadari terkadang dia terlalu menguasai mao sehingga semua hal yang terjadi dengan Mao ia harus tau.. ia tidak menyadari kalo hal itu mungkin saja menjadi tekanan buat Mao..
"mmm mungkin kamu benar sho.. mungkin benar dia hanya butuh waktu untuk sendiri.. aku ngga seharusnya terlalu kwatir dan ngga seharusnya aku marah.."
Jun menepuk pundak sho "arigatou sho.. kamu sangat membantuku.." katanya
sho membalas dengan menepuk kembali pundak Jun..
"sama2.. itulah gunanya teman kan..."
"segeralah minta maaf pada mao.." sarannya lalu berdiri dan menarik tangan Jun
"ayo kita gabung lagi dengan yang lainnya.. pembahasan kita mengenai cover album kan belum selesai.."
Jun bangkit mengikuti ajakan Sho namun tiba2 HPnya berbunyi... Jun segera membukanya.. ada message dari Mao...
"aku udah ngga butuh waktu lagi yang aku butuhkan sekarang ini kamu.. segera kembali setelah semua urusan kamu selesai.." Jun tersenyum membaca message mao lalu menutupnya..
Sho yang masih berdiri didekatnya memperhatikan Jun dan ikut tersenyum..
"pasti dari Mao kan..?" tanyanya
"he..em..."jawab Jun dengan senyum..
*****
Mao mengeluarkan beberapa dvd dari dalam tasnya.. ada beberapa film baru yang ia dan Jun belum sempat menonton.. mereka berdua sebenarnya sudah lama membuat list judul film yang ingin mereka tonton tapi karna kesibukan mereka berdua akhirnya hingga sekarang rencana menonton pun tertunda.. karna itu, tadi sepulang dari lokasi shooting Mao sengaja mampir sebentar di toko dvd langganan mereka untuk menyewa beberapa judul film yang sudah ada dalam list mereka..
baru saja Mao mencoba memutar salah satu film tiba2 bell apartemen berbunyi..
ia segera membuka pintu dan sebuah boneka beruang yang sangat lucu menyapanya dibalik pintu..
"heloo... aku teddy bear.. aku mencari seorang wanita yang memiliki senyum paling indah.. apa kamu bisa membantuku..?"
Mao sedikit terkejut namun kemudian tertawa melihat beruang lucu yang tiba2 muncul dihadapannya itu..
"siapa yang kamu cari..?" tanyanya..
"Aku mencari inoue mao.. yang katanya senyumnya mampu meluluhkan hati siapapun.." kata siberuang lagi.. kemudian jun pun muncul dihadapan mao dengan senyum
"tadaima.." katanya
"okaeri.." balas Mao..
Jun menempelkan wajah beruang lucu itu ke hidung Mao lalu memberikannya pada Mao..
"ini sebagai permintaan maaf atas sikapku tadi pagi.." katanya...
Mao menggelengkan kepala
"bukan kamu yang seharusnya minta maap tapi aku Jun... aku yang seharusnya terbuka sama kamu.. aku minta maap karna sudah bersikap.." belum habis mao berbicara telunjuk Jun sudah menempel dibibir mao..
"sssttt.. ngga apa2 kalo kamu ngga ingin cerita denganku.. aku mencoba paham.. lain kali beri tau aku jika kamu punya masalah dan hanya ingin sendirian.. aku ngga akan menekanmu seperti tadi pagi.. tapi aku tetap stand by.. jika ternyata kamu butuh aku.. aku selalu siap buatmu.."
Mao memandang Jun dengan tatapan haru.. matanya mulai berkaca-kaca..
melihat itu Jun segera menariknya kedalam pelukannya..
"baka.. segitu aja dah mo nangis..." godanya...
"aku ngga nangis.." sanggah Mao sambil mencubit pinggang Jun yang membuat Jun melompat kegelian..
"hey.. sudah berkali2 aku bilang jangan lakukan itu.." teriaknya
namun Mao tidak menghiraukannya ia tertawa sambil terus mencubit pinggang Jun kiri dan kanan..
akhirnya Jun berhasil menahan tangan Mao dan menarik Mao dalam pelukannya kembali..
"akhirnya aku temukan lagi tawa ceriamu ini.. aku kangen.." katanya ditelinga Mao..
Mao menyembunyikan wajahnya didada Jun dan memeluk Jun dengan erat
"bilang kalo kamu cinta aku.. itu akan membuat hatiku lebih tenang.." bisik Mao
Jun tersenyum lalu berkata.. "aku cinta kamu Mao.. sangat mencintaimu.." lalu memeluk Mao dengan lebih erat lagi...
Sabtu, 31 Januari 2009
Kamis, 08 Januari 2009
Mao.. Happy Birthday..

Jun memacu mobilnya dengan cepat.. malam ini dia harus segera sampai ke tokyo sebelum jam 12 malam..
ia baru saja selesai dari shooting PV terbaru Arashi di sebuah kota kecil didekat tokyo..
sepanjang jalan ia terlihat bahagia.. mulutnya tak berhenti bersenandung mengikuti lagu yang terdengar dari stereo mobilnya..
disebelah jok kursinya ada sebuah bungkusan berwarna merah dengan pita keemasan yang sangat cantik..
sesekali ia melirik bungkusan itu dan tersenyum..
besok adalah ulang tahun Mao.. ia ingin menjadi orang pertama yang memberikan ucapan selamat pada Mao..
dan ia sudah membayangkan wajah Mao yang penuh dengan senyum ceria serta mata yang berbinar menyambutnya bahagia didepan pintu..
ekspresi itu lah yang telah banyak merubah dirinya dan senyum itu pula membuatnya jatuh cinta entah yang ke berapa ribu kalinya pada sosok mungil yang sangat mempesona itu..
bagi Jun, Mao lah satu2nya gadis yang mampu membuatnya merasakan getaran cinta..
dan ia sangat mencintai Mao.. karna itu dihari yang special ini ia ingin membuat sebuah kejutan yang tak akan Mao lupakan
setelah hampir 3 jam Jun mengendarai mobilnya akhirnya sampai juga ia di depan apartement Mao tepat jam 12 teng..
ia segera berlari menaiki tangga menuju pintu apartemen.. jantungnya berdegub kencang menahan rasa kangen yang menderanya sepanjang perjalanan..
ia membunyikan bell dan berharap Mao belum tertidur malam ini..
"yaa.. tunggu sebentar.." sebuah jawaban datang dari dalam...
syukurlah Mao belum tidur.. gumamnya dalam hati..
tidak lama pintu apartement terbuka dan wajah yang membuatnya kangen setengah mati keluar dari balik pintu.. Mao tersenyum menyambutnya dengan senyuman yang paling manis
"happy birthday sayang..." Jun memberi kecupan dipipinya dan memeluk erat tubuh Mao...
"makasih sayang.." jawab Mao
Jun lalu memberikan bungkusan yang dibawanya..
"untuk kamu.." katanya
"waaw.. makasih ya.." lalu Mao menarik Jun masuk
didalam ternyata Mao sudah menyediakan makanan kesukaan Jun...
"aku tau malam ini kamu pasti datang.. karna itu aku buatkan ini untukmu.." katanya sambil mempersilahkan Jun duduk..
"kenapa kamu bisa yakin aku akan datang..?" tanya Jun..
"hatiku yang bilang.." jawab Mao.. sambil memegang dadanya..
Jun tersenyum dan memberi Mao kecupan dikening..
"arigatou.." katanya lalu duduk untuk bersantap
******
"aku buka sekarang ya sayang..?" tanya Mao setelah mereka selesai bersantap
"yoo.. bukalah.."
Jun merebahkan dirinya disofa mencoba meluruskan badannya yang terasa capai..
Mao mulai membuka bungkusan yang Jun beri.. dan tertawa begitu melihat isi didalamnya..
"KAWAIII Nee..!! tapi buat apa ini Jun.. apa kamu ngga salah bungkus..?" tanyanya keheranan sambil mengeluarkan sepasang sepatu bayi berwarna pink yang terlihat sangat lucu..
Jun menggelangkan kepala lalu bergeser duduknya mendekati Mao..
"waktu aku nyari perlengkapan shooting.. aku tertarik untuk mengunjungi stand perlengkapan anak2.. dan saat aku lihat sepatu ini.. aku langsung teringat kamu.." katanya
"teringat aku..?" tanya Mao lagi keheranan..
"iya.. waktu melihatnya aku tertarik sekali dengan bentuknya yang lucu dan aku berfikir kalo kamu saat itu bersamaku pasti akan berfikir sama denganku dan akan teriak... KAWAII NEE... seperti tadi.."
Mao tertawa mendengarnya...
"hmmm.. ini emang lucu banget Jun dan sudah pasti aku akan teriak KAWAiii.."
"ini bukan kado ulang tahun buatmu.. tapi ini sebuah harapan yang aku titipkan sama kamu.. kamu simpan baik2 ya.."
Jun melingkarkan tangannya dileher Mao dan membawanya kedalam dekapannya...
Mao hanya terdiam ia belum mengerti apa yang Jun maksudkan dengan ucapannya itu..
lalu Jun melanjutkan..
"suatu saat aku ingin melihat bayi kita memakainya.. itu yang aku maksud dengan harapan.. kamu ngerti kan..?" tanyanya lagi...
"aku ingin kamu menjadi ibu dari anak2ku.. karnanya aku titipkan itu sama kamu.."
Jun lalu melonggarkan dekapannya.. ia memandang wajah Mao dengan lembut.. tangannya masih menempel dileher mao..
"masih belum ngerti juga..?" tanyanya sekali lagi
Mao mengangguk pelan
"mmmm.. aku mengerti... ia pasti akan terlihat cantik dengan sepatu ini.. " katanya lalu tersenyum
"terima kasih sayang.. aku juga berharap bisa menjadi ibu dari anak2mu.."
perlahan Jun melepaskan tangannya.. Ia merogoh saku celananya dan mengeluarkan seuntai pita lalu mengikatnya di jari manis Mao..
"dan ini kado ulang tahun dariku yang sebenarnya.." katanya sambil mengeluarkan sebuah benda dari sakunya.. lalu menggantungkan benda itu dipita dan menarik pita lebih tinggi sehingga benda itu tersemat tepat dijari manis Mao...
Mao terkejut melihat cincin yang berkilau cantik sekali tersemat dijarinya..
ia memandangi cincin itu dengan wajah yang tidak percaya dengan apa yang dilihatnya..
"cincin ini mewakili diriku.. mewakili hatiku.." Jun berkata sambil membetulkan letak cincin itu dijari Mao lalu menarik tangan Mao dan menciumnya..
"aku hadiahkan diriku juga hatiku untukmu.." katanya lagi..
kali ini Mao tidak dapat berkata apa2.. ia tidak bisa menahan rasa bahagia..
ia tidak menyangka malam ini ia mendapatkan kado yang paling indah dalam hidupnya..
dan ia juga tidak menyangka Jun mampu merangkai kata2 yang membuatnya terharu..
dia sangat mengenal Jun.. Jun selalu bicara sesuai dengan apa yang ada dihatinya..
dan malam ini Jun memberikan dirinya dan hatinya untuk Mao membuat ia merasa menjadi wanita yang paling bahagia didunia.. hingga tak terasa matanya mulai berkaca2..
"heei... aku ngga bermaksud membuatmu menangis Mao.."ujar Jun tanganya memegang kedua pipi Mao sambil ibu jarinya menyekat air mata Mao yang mulai menetes..
"aku ngga mau melihat air mata kamu di hari yang bahagia ini.." katanya lagi..
"baka.. aku menangis karna terharu.." jawab Mao..
Jun tersenyum melihatnya... lalu ia mengecup kening Mao..
"happy birthday sayang.. semoga semua yang terbaik yang kamu dapatkan dalam hidupmu.." ucapnya..
Mao membalas senyuman Jun dan menjawab..
"arigatou Jun... kamulah hal yang terbaik dalam hidupku.. dan aku bahagia mendapatkanmu.."
Sabtu, 03 Januari 2009
"HUG"
"hwooaaaaahhhh.." Mao merentangkan kedua tangannya mencoba melonggarkan otot2nya yang masih kaku.. ia baru saja bangun.. matanya masih terasa mengantuk.. sebenarnya ia masih ingin tidur beberapa jam lagi namun pagi itu Jun akan datang ke Apartementnya. Mereka berdua berencana untuk menghabiskan waktu bersama.. dan mao harus bersiap sebelum Jun tiba..
Hug anjing kesayangannya berlari dan melompat kepangkuannya saat tau tuannya sudah bangun dari tidurnya
"ohayou Hug.." sapanya, ia mengangkat hug dan mendekatkannya ke wajahnya
"hari ini aku dan Jun akan menemanimu seharian penuh.. kamu pasti senang kan..?" katanya sambil
tersenyum lalu meletakan hug dilantai dan beranjak dari tempat tidurnya untuk mandi..
Sebenarnya bukan hari ini saja Mao dan Jun menghabiskan waktu bersama.. dua hari sebelumnya mereka shopping sehari penuh lalu makan malam berdua di restoran favorite dan beberapa hari sebelumnya mereka juga menghabiskan waktu berlibur ke daerah pantai..
Mao dan Jun memang sedang punya banyak waktu free.. hal itu sudah mereka atur bersama agar bisa berbarengan menikmati masa istirahat setelah padatnya pekerjaan mereka di tahun 2008 lalu..
Jun setelah HYD F dan AAA 2008 concert belum ada project lain yang bisa menyita banyak waktunya saat ini ia masih menyeleksi beberapa dorama yang disodorkan kepadanya
demikian juga dengan Mao, setelah HYD F dan Anmitsu SP ia belum dipadatkan dengan jadwal shooting sampai Maret mendatang..
baru setelah Wisudanya dibulan maret ia akan kembali sibuk untuk shooting film barunya Boku no hatsukoi wo kimi ni sasagu.
Mao baru saja selesai memberi hug makan saat bell Apartemennya berbunyi..
"nah hug.. itu pasti Jun.." katanya sambil bergegas membukakan pintu untuk Jun
"ohayo..." sapanya begitu melihat jun berdiri didepan pintu
"ohayo.." balas jun.. kedua tangannya penuh membawa tas belanjaan
"ee.. apa ini..?" tanya Mao..
"bahan makanan.. hari ini aku akan masakan makanan buatmu sekalian ngajarin kamu masak.." jawab jun sambil berlalu menuju dapur
"ohayou hug.." sapanya saat melewati hug yang sedang asiek dengan makanannya..
Jun mulai mengeluarkan bahan2 makanan yang dia bawa dan mempersiapkan bahan2 itu diatas meja..
Mao berdiri di belakangnya mengintip dari balik punggung Jun
"hhmmm.. menu special apa yang mau kamu bikin buatku jun..?"
"udang saus pedas..."jawab jun sambil melemparkan celemek ke wajah mao.. "pake ini.."
"haiii.. sensei.. " Mao membungkukkan badannya dalam2 lalu memakai celemek yang diberikan Jun..
"baka.." jun tertawa melihat tingkah mao dan mendorong kening mao dengan telunjuknya..
"ok.. kita mulai.. tolong bawang bombay serta paprika kamu potong2.. aku akan siapkan udangnya.. setelah itu kamu perhatikan cara aku memasak.." perintah Jun
"haii.." sekali lagi Mao membungkukkan badannya kemudian mereka pun asiek dengan kegiatan memasak hari itu.
15 menit berlalu akhirnya makanan yang dibuat siap tersaji dimeja makan
"udang saus pedas inoue mao special.. itadakimas.." ujar Mao dengan wajah berbinar seperti anak kecil yang senang mendapatkan coklat kesukaannya.. melihatnya Jun hanya tersenyum dan mengikuti
"itadakimas.."
"setelah ini apa yang akan kita kerjakan hari ini..?" tanya Jun setelah mereka selesai bersantap
"membereskan rumah dan memandikan hug.." jawab mao..
"yosh.. kalo gitu serahkan urusan rumah padaku dan hug jadi urusan kamu.." Jun bangkit dari tempat duduknya bersiap membereskan peralatan makan namun mao menahannya
"eeiitt.. ngga bisa gitu.. kita janken pon dulu.. biar lebih menjunjung azas keadilan.." katanya sambil mengepalkan tangan mengajak Jun melakukan janken pon..
"yang kalah mandiin Hug.." katanya lagi..
"aku ngga mau.. hug itu urusan kamu.. lagipula aku ngga terbiasa ngurusin anjing.. dan kamu juga tau aku ngga suka binatang.."elak Jun
"kalo belum terbiasa.. ya sekarang waktunya membiasakan diri.. lagipula kalo kamu suka dengan tuannya kamu harus terima kami dalam satu paket.." desak Mao
"aturan dari mana itu..? aku tetep ngga mau.." Jun tidak menghiraukan Mao ia tetap membereskan piring2 yang kotor dan segera mengangkatnya dan membawanya ketempat cucian..
mao mengikutinya dari belakang sambil menggendong hug..
"hhmmm... kita blon melakukan junke pon lho.. tapi kamu keliatannya dah yakin kalah.. kamu takut kalah kan..?" godanya
kali ini perkataan mao menyentuh harga dirinya.. Jun paling tidak suka dengan kata "kalah.." dan mao sangat tau itu.
Jun membalikkan badannya kearah mao sambil mengepalkan tangannya bersiap melakukan junken pon..
"gunting.. kertas.. batu..." ujarnya.. daaan ternyata mao yang menang.. Mao tertawa terbahak sambil menyerahkan hug kepangkuan Jun..
Jun tidak bisa berkata apa2.. dia mengigit bibir bawahnya dan diam memandangi Mao dengan wajah do's
Mao mendekati Jun dan menepuk kedua pipi Jun..
"ini saatnya kamu mengakrabkan diri dengan hug.. my sweetheart.." katanya lalu mengecup pipi jun dan berlalu ke tempat cucian piring..
Jun tertunduk lesu.. kenapa hari ini dia harus berurusan dengan hug gumamnya dalam hati..
mereka menghabiskan waktu yang tersisa hari itu dengan bersantai sembari tiduran dilantai diruang tengah sambil mendengarkan lagu2 kesukaan mereka berdua dan membicarakan hal2 menarik..
"kamu pernah memikirkan tentang pernikahan mao..?" tanya jun ditengah obrolan
"he emm.." mao menganggukkan kepala..
"aku rasa yang namanya perempuan dari kecil sudah punya hayalan tentang pernikahan.. karna itu anak perempuan lebih suka main rumah2an dibanding anak laki laki.. begitu juga denganku.. dulu aku berpikir akan menikah diusiaku sekarang ini dan memiliki anak perempuan yang lucu.. kayanya menarik banget kalo aku bisa memiliki anak diusia muda sehingga saat anakku beranjak remaja perbedaan kita tidak terlalu jauh.." jawab mao panjang..
"sayang.. hal itu ngga mungkin karna aku terlanjur masuk kedunia entertaiment seperti sekarang ini.." lanjutnya..
Jun tersenyum mendengar kata2 mao.. lalu ia beranjak mendekati Mao menyentuh perut mao dengan lembut dan menciumnya..
"hei.. ada apa..?" tanya mao heran
"mendengar omonganmu aku jadi membayangkan ada seorang bayi diperutmu saat ini.. bayi kita.." jawabnya sambil tersenyum
Mao tertawa mendengarnya
"itu akan terjadi 4 tahun mendatang Jun.."
"ya.. aku tau itu.. tapi 4 taun waktu yang cukup lama.." jun kemudian membaringkan badannya disamping Mao
"kurasa ngga.. kamu ingat kita sudah menjalani hubungan ini selama 3 tahun.. tapi rasanya baru kemaren.. jadi menunggu 4 tahun lagi bagiku tidak akan terlalu lama.." Mao meyakinkan
Jun memandang Mao lalu menggeser posisinya lebih dekat lagi dengan mao..
"kamu bener.. 3 tahun rasanya baru kemaren.. kita pasti bisa menunggu 4 tahun lagi untuk mewujudkan mimpi kita.." ujarnya pelan..
"kamu tau impian terbesarku..?" tanyanya setengah berbisik dikuping Mao..
"menikahimu dan kita akan membentuk keluarga yang bahagia.. dimana hanya ada aku, kamu dan anak2 kita dan tentunya bersama hug juga.."
Mao tersenyum mendengarnya..
"hug juga..?" tanyanya
"he em.." jawab jun lalu dengan lembut mengecup kening mao lalu hidung Mao dan terakhir bibirnya mendarat dibibir Mao..
namun.. belum puas rasanya Jun merasakan hangatnya bibir Mao tiba2 saja Hug melompat diantara tubuhnya dan tubuh Mao..
"aaaaaaaa.... Mao... lain kali bisa ngga kamu ikat Hug disaat kita sedang bermesraan seperti ini.." teriaknya kesal.. yang dijawab Hug dengan gonggongan kecil..
Hug anjing kesayangannya berlari dan melompat kepangkuannya saat tau tuannya sudah bangun dari tidurnya
"ohayou Hug.." sapanya, ia mengangkat hug dan mendekatkannya ke wajahnya
"hari ini aku dan Jun akan menemanimu seharian penuh.. kamu pasti senang kan..?" katanya sambil
tersenyum lalu meletakan hug dilantai dan beranjak dari tempat tidurnya untuk mandi..
Sebenarnya bukan hari ini saja Mao dan Jun menghabiskan waktu bersama.. dua hari sebelumnya mereka shopping sehari penuh lalu makan malam berdua di restoran favorite dan beberapa hari sebelumnya mereka juga menghabiskan waktu berlibur ke daerah pantai..
Mao dan Jun memang sedang punya banyak waktu free.. hal itu sudah mereka atur bersama agar bisa berbarengan menikmati masa istirahat setelah padatnya pekerjaan mereka di tahun 2008 lalu..
Jun setelah HYD F dan AAA 2008 concert belum ada project lain yang bisa menyita banyak waktunya saat ini ia masih menyeleksi beberapa dorama yang disodorkan kepadanya
demikian juga dengan Mao, setelah HYD F dan Anmitsu SP ia belum dipadatkan dengan jadwal shooting sampai Maret mendatang..
baru setelah Wisudanya dibulan maret ia akan kembali sibuk untuk shooting film barunya Boku no hatsukoi wo kimi ni sasagu.
Mao baru saja selesai memberi hug makan saat bell Apartemennya berbunyi..
"nah hug.. itu pasti Jun.." katanya sambil bergegas membukakan pintu untuk Jun
"ohayo..." sapanya begitu melihat jun berdiri didepan pintu
"ohayo.." balas jun.. kedua tangannya penuh membawa tas belanjaan
"ee.. apa ini..?" tanya Mao..
"bahan makanan.. hari ini aku akan masakan makanan buatmu sekalian ngajarin kamu masak.." jawab jun sambil berlalu menuju dapur
"ohayou hug.." sapanya saat melewati hug yang sedang asiek dengan makanannya..
Jun mulai mengeluarkan bahan2 makanan yang dia bawa dan mempersiapkan bahan2 itu diatas meja..
Mao berdiri di belakangnya mengintip dari balik punggung Jun
"hhmmm.. menu special apa yang mau kamu bikin buatku jun..?"
"udang saus pedas..."jawab jun sambil melemparkan celemek ke wajah mao.. "pake ini.."
"haiii.. sensei.. " Mao membungkukkan badannya dalam2 lalu memakai celemek yang diberikan Jun..
"baka.." jun tertawa melihat tingkah mao dan mendorong kening mao dengan telunjuknya..
"ok.. kita mulai.. tolong bawang bombay serta paprika kamu potong2.. aku akan siapkan udangnya.. setelah itu kamu perhatikan cara aku memasak.." perintah Jun
"haii.." sekali lagi Mao membungkukkan badannya kemudian mereka pun asiek dengan kegiatan memasak hari itu.
15 menit berlalu akhirnya makanan yang dibuat siap tersaji dimeja makan
"udang saus pedas inoue mao special.. itadakimas.." ujar Mao dengan wajah berbinar seperti anak kecil yang senang mendapatkan coklat kesukaannya.. melihatnya Jun hanya tersenyum dan mengikuti
"itadakimas.."
"setelah ini apa yang akan kita kerjakan hari ini..?" tanya Jun setelah mereka selesai bersantap
"membereskan rumah dan memandikan hug.." jawab mao..
"yosh.. kalo gitu serahkan urusan rumah padaku dan hug jadi urusan kamu.." Jun bangkit dari tempat duduknya bersiap membereskan peralatan makan namun mao menahannya
"eeiitt.. ngga bisa gitu.. kita janken pon dulu.. biar lebih menjunjung azas keadilan.." katanya sambil mengepalkan tangan mengajak Jun melakukan janken pon..
"yang kalah mandiin Hug.." katanya lagi..
"aku ngga mau.. hug itu urusan kamu.. lagipula aku ngga terbiasa ngurusin anjing.. dan kamu juga tau aku ngga suka binatang.."elak Jun
"kalo belum terbiasa.. ya sekarang waktunya membiasakan diri.. lagipula kalo kamu suka dengan tuannya kamu harus terima kami dalam satu paket.." desak Mao
"aturan dari mana itu..? aku tetep ngga mau.." Jun tidak menghiraukan Mao ia tetap membereskan piring2 yang kotor dan segera mengangkatnya dan membawanya ketempat cucian..
mao mengikutinya dari belakang sambil menggendong hug..
"hhmmm... kita blon melakukan junke pon lho.. tapi kamu keliatannya dah yakin kalah.. kamu takut kalah kan..?" godanya
kali ini perkataan mao menyentuh harga dirinya.. Jun paling tidak suka dengan kata "kalah.." dan mao sangat tau itu.
Jun membalikkan badannya kearah mao sambil mengepalkan tangannya bersiap melakukan junken pon..
"gunting.. kertas.. batu..." ujarnya.. daaan ternyata mao yang menang.. Mao tertawa terbahak sambil menyerahkan hug kepangkuan Jun..
Jun tidak bisa berkata apa2.. dia mengigit bibir bawahnya dan diam memandangi Mao dengan wajah do's
Mao mendekati Jun dan menepuk kedua pipi Jun..
"ini saatnya kamu mengakrabkan diri dengan hug.. my sweetheart.." katanya lalu mengecup pipi jun dan berlalu ke tempat cucian piring..
Jun tertunduk lesu.. kenapa hari ini dia harus berurusan dengan hug gumamnya dalam hati..
mereka menghabiskan waktu yang tersisa hari itu dengan bersantai sembari tiduran dilantai diruang tengah sambil mendengarkan lagu2 kesukaan mereka berdua dan membicarakan hal2 menarik..
"kamu pernah memikirkan tentang pernikahan mao..?" tanya jun ditengah obrolan
"he emm.." mao menganggukkan kepala..
"aku rasa yang namanya perempuan dari kecil sudah punya hayalan tentang pernikahan.. karna itu anak perempuan lebih suka main rumah2an dibanding anak laki laki.. begitu juga denganku.. dulu aku berpikir akan menikah diusiaku sekarang ini dan memiliki anak perempuan yang lucu.. kayanya menarik banget kalo aku bisa memiliki anak diusia muda sehingga saat anakku beranjak remaja perbedaan kita tidak terlalu jauh.." jawab mao panjang..
"sayang.. hal itu ngga mungkin karna aku terlanjur masuk kedunia entertaiment seperti sekarang ini.." lanjutnya..
Jun tersenyum mendengar kata2 mao.. lalu ia beranjak mendekati Mao menyentuh perut mao dengan lembut dan menciumnya..
"hei.. ada apa..?" tanya mao heran
"mendengar omonganmu aku jadi membayangkan ada seorang bayi diperutmu saat ini.. bayi kita.." jawabnya sambil tersenyum
Mao tertawa mendengarnya
"itu akan terjadi 4 tahun mendatang Jun.."
"ya.. aku tau itu.. tapi 4 taun waktu yang cukup lama.." jun kemudian membaringkan badannya disamping Mao
"kurasa ngga.. kamu ingat kita sudah menjalani hubungan ini selama 3 tahun.. tapi rasanya baru kemaren.. jadi menunggu 4 tahun lagi bagiku tidak akan terlalu lama.." Mao meyakinkan
Jun memandang Mao lalu menggeser posisinya lebih dekat lagi dengan mao..
"kamu bener.. 3 tahun rasanya baru kemaren.. kita pasti bisa menunggu 4 tahun lagi untuk mewujudkan mimpi kita.." ujarnya pelan..
"kamu tau impian terbesarku..?" tanyanya setengah berbisik dikuping Mao..
"menikahimu dan kita akan membentuk keluarga yang bahagia.. dimana hanya ada aku, kamu dan anak2 kita dan tentunya bersama hug juga.."
Mao tersenyum mendengarnya..
"hug juga..?" tanyanya
"he em.." jawab jun lalu dengan lembut mengecup kening mao lalu hidung Mao dan terakhir bibirnya mendarat dibibir Mao..
namun.. belum puas rasanya Jun merasakan hangatnya bibir Mao tiba2 saja Hug melompat diantara tubuhnya dan tubuh Mao..
"aaaaaaaa.... Mao... lain kali bisa ngga kamu ikat Hug disaat kita sedang bermesraan seperti ini.." teriaknya kesal.. yang dijawab Hug dengan gonggongan kecil..
Langganan:
Postingan (Atom)