
"aku ngga bisa makan yang ini..." Mao mendorong pelan piring yang berisi macaroni schotel dihadapannya lalu beranjak berdiri meninggalkan meja makan...
Mio yang berada disebelahnya menatap mamanya dengan pandangan heran...
"macaroni papa enak kok..." katanya polos...
Jun yang sedang menuangkan sisa macaroni ke piring berhenti sejenak dan menoleh ke Mao..
"ada apa?" tanyanya...
"kamu kan belum menyentuh sama sekali makanan itu..."
"bau bawangnya membuatku eneg dan juga kurang kering.." jawab mao
"biasanya juga seperti itu yang kubuat... kamu ngga pernah komplain sebelumnya.."
Mao tidak menjawab, ia sibuk menyiapkan perlengkapan yang akan dibawanya ke tempat pemotretan..
Jun menaruh piring yang sedang dipegangnya lalu menghampiri mao dan memeluk pinggangnya dari belakang...
"ada apa...?" tanyanya...
"mood kamu akhir2 ini sangat tidak stabil... aku jadi khawatir..." katanya sambil membalikan tubuh Mao tangannya masih dipinggang Mao..
"kamu kecapean ya... mintalah waktu untuk istirahat..." sarannya
"emmmmm... aku emang sering merasa cape akhir2 ini... tapi.."
Mao menggelengkan kepalanya..
"ngga mungkin aku ambil waktu untuk libur karna kita dikejar date line..."
Jun memandang istrinya dengan teliti... ia melihat wajah Mao yang sedikit pucat... ada perasaan khawatir dihatinya tapi ia juga mengerti profesionalitas Mao dalam pekerjaannya...
"tapi wajahmu keliatan cape sayang... gimana kalo aku panggil supir untuk mengantarmu dan Mio hari ini..."
Mao menggelengkan kepalanya..
"ngga... ngga usah... aku masih bisa kok nganter Mio kesekolahnya dan pergi ke locasi pemotretan sendiri..."
"kamu yakin..?" tanya Jun
Mao mengangguk dengan cepat...
"baiklah untuk pengambilan gambar yang tersisa aku izinkan.. tapi setelah itu berjanjilah untuk sementara waktu kamu istirahat dulu.." kata Jun tegas...
Mao mengangguk menuruti kata2 Jun...
"akan ku bakar lagi makroninya supaya lebih kering ya dan menambahkan sedikit merica agar bau bawangnya tidak terlalu menyengat..." Jun melepaskan tangannya dari pinggang Mao dan berbalik menuju dapur
Mao mengikuti Jun dari belakang...
"maafkan aku karna aku jadi rewel..." katanya
"bukannya sudah rewel dan bawel dari dulunya...?" canda Jun yang dibalas wajah cemberut Mao...
Jun tertawa sambil memasukan kembali macaroni yang sudah ditambahinya merica ke dalam microwave
"ngga masalah... asalkan kamu senang tuan putri.." lanjutnya
"masakan papa enak kok ma.. mio aja suka banget... " Mio yang telah selesai dengan sarapannya beranjak dari kursi dan menarik tangan mamanya untuk duduk bergabung dengannya di meja makan...
"masakan papa yang paling enak sedunia... beneran deh ma... "katanya lagi mencoba membujuk sang mama
Jun menoleh sebentar dan tersenyum melihat sikap sok dewasa Mio...
walaupun umurnya belum genap 4 tahun tapi mio terkadang bersikap lebih dewasa dari umurnya sikapnya itu sering kali membuat Jun dan Mao tertawa geli... tapi Jun menyadari sifat Mio itu lebih banyak menurun dari dirinya...
Jun turun dari mobilnya ia baru saja sampai disebuah sekolah dasar, hari itu ia dan Nino ada shooting untuk variety show Arashi dan kali ini ia dan Nino harus mengajar anak2 sekolah dasar didepan kelas...
Jun melihat arloji ditangannya
"hmmm masih ada waktu 10 menit..." gumannya...
ia berjalan melewati lapangan rumput menuju tempat yang dijelaskan Nino di sms nya...
saat melewati lapangan langkah Jun terhenti oleh sebuah bola yang melaju mengenai kakinya ia melihat sekelompok anak laki2 berlarian kearahnya lalu salah satu anak dengan sopan meminta bola yang sudah berada di tangan Jun... Jun tersenyum dan meberikan bola sambil menepuk lembut kepala anak itu...
"terima kasih Oom..." kata si anak kemudian berlari kembali ke tengah teman2nya...
Jun memperhatikan anak2 itu bermain... ia ingat dulu saat ia kecil sepak bola adalah permainan favorit nya ia sering sekali bermain bola dihalaman belakang rumahnya bersama ayahnya itu adalah masa yang sangat indah buatnya... kadang ia merindukan masa2 bermain seperti dulu...
Jun masih berdiri memperhatikan anak2 tadi sambil sesekali ikut tertawa melihat anak2 itu saling bercanda sambil berebut bola.. lalu tanpa sadar ia mulai membayangkan seandainya ia memiliki anak lelaki pasti akan sangat seru bermain bersamanya.. ia bisa mengajarkannya bermain bola atau baseball.. mengajaknya ke setiap pertandingan bola dan baseball atau berdiskusi mengenai olahraga suatu hal yang disenanginya.. ia tersenyum membayangkannya..
tapi tidak berapa lama teriakan Nino membuyarkan lamunannya.. ia menoleh kebelakang... dari kejauhan Nino melambaikan tangannya
"Jun... kita udah mau mulai shooting..."teriaknya
"oh.. ok..." Jun segera berlari kecil menghampiri Nino...
"anak2 sudah siap di dalam kelas..." lanjut Nino sambil menyerahkan skrip pada Jun...
Jun membaca sekilas skrip yang disodorkan sambil berjalan menuju kelas.. namun tiba2 Hp nya berbunyi... ada sms yang masuk dari Ito asisten manager Mao... jun segera membukanya... dan tiba2 saja wajahnya berubah serius saat membaca isi pesan singkat di HP nya
"Mao terjatuh di locasi shooting dan saat ini berada di rumah sakit " begitu kalimat yang tertera di screen
"Nino, aku minta waktu sebentar untuk menelpon..." pinta Jun sambil segera berlalu meninggalkan Nino dan crew...
tidak lama Jun kembali ke kelas dengan wajah yang sedikit tegang...
"ada apa Jun..?" tanya Nino... ia nampak khawatir melihat perubahan wajah Jun...
"Mao ada di rumah sakit dia pingsan tapi aku masih belum tau keadaannya karna masih dalam pemeriksaan.." jawab Jun
"di RS...? kamu ngga sebaiknya menyusul kesana..." saran Nino...
"ya setelah shooting kita selesai..." kata Jun
"shooting bisa kita tunda Jun.. lagipula kita masih punya banyak waktu..."
"ngga... ngga usah... kita shooting sekarang... kalo ada yang serius Ito pasti menghubungiku..." katanya lagi
"Hitori... aku titip ini.. " Jun menyerahkan Hp nya ke salah satu crew
"tolong angkat jika itu dari Ito dan tolong tanyakan kondisi Mao.." katanya lalu ia segera bersiap untuk shooting...
Mio baru saja tertidur pulas setelah papanya membacakan dongeng kesukaannya tentang seorang putri yang tersesat didalam hutan dan bertemu dengan kelinci yang lucu yang membantunya menemukan jalan pulang...
"itukan salahnya putri... seharusnya dia bilang sama mama dan papanya kalo mau pergi-pergi.. iya kan pa..."
Jun tersenyum mengingat komentar yang keluar dari bibir mungilnya itu...
ia memandang wajah polos putri kesayangannya itu lalu mengecup keningnya...
"kamu pasti bisa menjadi kakak yang baik sayang..." bisiknya...
kemudian Jun beranjak perlahan dari sisi tempat tidur mio, mematikan lampu kamar dan melangkah menuju kamarnya...
ia berhenti di pintu kamar memperhatikan Mao yang sedang asiek membaca novel... Mao terlihat serius membaca...
Jun menghela napas panjang rasanya hari ini jantungnya dipaksa berpacu kencang... saat ia menerima sms dari ito yang mengabarkan kondisi Mao, ia benar2 panik... walaupun ia berusaha tetap tenang saat shooting dan berusaha untuk profesional... namun saat shooting selesai ia sudah tidak menghiraukan hal lain selain segera meluncur ke RS untuk melihat keadaan istri tercintanya... bahkan untuk pamit pada nino dan crew pun tidak...
ia berlari sepanjang koridor RS dengan perasaan yang cemas...
namun untunglah ia dapat bernapas lega setelah ia menemui dokter yang mengatakan Mao hanya mengalami anemia dan butuh beristirahat... dan bukan hanya lega tapi ia malah mendapat kejutan istimewa saat dokter menjabat tangannya dan mengucapkan
"Selamat... anda kembali menjadi seorang Ayah..."
ini benar2 berita yang membuatnya bahagia sekali...
Mao menutup novelnya dan menyimpannya dimeja samping tempat tidurnya... ia melihat Jun yang masih berdiri memperhatikannya di pintu...
"sedang apa sayang kok cuman berdiri disitu..." katanya dengan seyuman lalu mengulurkan kedua tangannya meminta jun untuk memeluknya
Jun melangkah mendekatinya dan memeluknya...
"sedang mengagumi ibu dari anak2ku..." Jun berbisik ditelinga Mao...
mereka berpelukan lama... lalu mao melepaskan pelukannya dan menatap Jun...
"maaf ya Jun.. kita belum membicarakan keinginan untuk memiliki anak kedua tapi sekarang aku malah udah hamil..." katanya...
Jun tersenyum kedua tangannya memegang pipi Mao...
"kita memang belum membicarakannya.. tapi bukan berarti aku ngga mengharapkannya..." lalu mengecup kening Mao
"aku sangat menginginkannya... dan kedatangannya sangat tepat... aku bahagia sekali..." lanjutnya
ia membungkuk pelan dan menempelkan kepalanya diperut mao...
"hi.. jagoan..."sapanya pada jabang bayi
"kok jagoan sih... sok tau banget kalo dia cowo..." Mao tertawa mendengar sapaan Jun...
Jun menoleh sebentar ke Mao
"feeling seorang ayah..." katanya tersenyum lalu memberikan kecupan berulang ulang diperut Mao yang membuat mao tertawa kegelian...
whuaaaaaaa....seruuuuw....
BalasHapuslanjutannya dunks....
eheheheheh
*dikeplak kamay*
tp...
kocak yaaa...Mao yg mungil itu dah jd mama...
blm pantes ya bow keknya
hihihiihihihih
*berWy*
oia,
aturan biar lbh tegang, alurnya jgn di flash back,,...
tp ceritain pas jun syuting trus buru2 ke RS dgn sgla macam pikiran krn si Ito gk nlp2 n gk ngangkat2 tlpnya...
*pgn bgtz liat jun panik*
ahahahahahah
tp tetep ok kok...
[thumbsup]
[thumbsup]
oia, reQuest.....
lain kali nama maonya gnt jd namaku yaaa...
*dilindes*
whuakakakakakakakakka
bukan cuman dilindes bewr.. tapi setelah dilindes digulung dikarungin trus dibuang ke samudra atlantik... :D
BalasHapusbewr,,,
kelemahan aku tuh bikin cerita yang terlalu panjang dan terdiri dari beberapa plot paling ga bisa bingung nyambungin plot satu dan selanjutnya.. makanya ta bikin flash back biar cepet.. dan nyambunginnya gampang... :D
ntar deh ta belajar lagi dari anak2 ebisu...
wuaaaah,,hyaaaaaa >.<
BalasHapusrame ,,,
seneng bgt deh jun punya 2 anak,,,
pasti jadi papah yg baek ni...
mo lanjutannya donk,,,
apa bener cowo anaknya yaaa...
aloo lee...
BalasHapuspengennya cowo... cuman blon keidean ngasih nama apa... ayo dong bantu kasih nama yang bagus buat anak ke2 mereka... :D
wuah...seru bgtz ljjutin lg donx...
BalasHapuspzt lbih seru coz nmbh anak'y lg.....
waduuuh....jd penasaran ma anaknya ntar bandel bandel ga yah ?
BalasHapusTernyata Mao hamil lagi toh hihihi..pantesan moodnya nggak stabil. Duh, kok jun di sini sabar banget yah? hahaha...
BalasHapus