Jumat, 06 Februari 2009

YES, as my Valentine gift..


"Are..?? bukannya kamu mencari hadiah Valentine..??"
Ohno mengambil mug bergambar beruang dengan hati berwarna biru dari keranjang yang dibawa Jun.. lalu mengambil yang satunya lagi yang berwarna pink..
ia memandang Jun dengan pandangan heran..
"Jun.. jangan bilang kamu.." belum selesai ohno dengan kalimatnya secepat kilat jun menyambar kedua mug dari tangan ohno dan memasukan kembali ke keranjang belanjanya..
ohno terdiam ditempatnya masih dengan wajahnya yang bingung melihat isi belanjaan Jun.. namun Shun yang memperhatikannya menarik ohno cepat agar tidak menghalangi jalan Jun..

"Shun.. kamu liat kan apa yang dia beli... sepasang Mug biru dan pink.. handuk kembar biru dan pink lalu sikat gigi yang sama biru dan pink juga..."
Shun mengangguk dengan tersenyum...
"emang kenapa dengan barang2 itu..?" tanyanya...
"itu sama artinya dia dan Mao akan..." ohno menutup mulutnya yang terbuka lebar dengan tangannya...
ia tidak berani melanjutkan ucapannya...
Shun yang mengerti maksud ohno hanya tertawa melihatnya lalu berlalu meninggalkan ohno dan mencari barang yang ia butuhkan.. sambil berkata
"reaksi kamu terlalu berlebihan o-chan.."

di cofee shop Ohno masih saja penasaran dengan barang2 yang dibeli Jun...
"Jun... tolong jawab pertanyaanku... soal barang-barang itu.."
"mmm... apa yang mau kamu tanya riida..?" Jun dengan santai menghirup coffe panas yang baru saja dihidangkan oleh pramusaji
"kamu dan Mao.. barang barang itu...?" ohno bertanya dengan kalimat yang sepenggal sepenggal.. ia nampak bingung untuk menyampaikan pertanyaan ke Jun...
Shun menepuk bahunya.. "katakan dengan jelas o-chan.. kamu jangan bikin pertanyaan baka seperti itu..."katanya..
"anoo... masalahnya..." lagi2 ohno tidak bisa menyelesaikan perkataannya dia hanya menggaruk kepalanya...
Shun tertawa melihat kebingungan ohno.. lalu ia melirik Jun seolah meminta persetujuan Jun untuk menyampaikan sesuatu..
Jun hanya tersenyum dan kembali menikmati cofee nya...

"o-chan.. biar ku bantu kamu.. maksud pertanyaanmu adalah... apakah Jun dan Mao akan tinggal bersama.. gitu kan..?" tanyanya
ohno hanya diam ia memandang Jun menunggu jawaban dari Jun...
Jun membalas pandangan ohno dan mengangguk..
"are..??" ohno nampak terkejut... baginya ini berita yang sangat mengejutkan walaupun dari tadi dia sudah menebak2 akan hal ini
"cotto Jun.. kamu ngga serius kan..?" tanyanya..
"aku serius.." balas Jun..
"sangat serius.. dan sudah aku pertimbangkan dengan matang.. aku hanya menunggu jawaban Mao.."
Shun tersenyum dan merangkul pundak sahabatnya itu..
"Jun.. aku ikut gembira buat kamu dan Mao.. aku yakin Mao pasti setuju.. kalian kan saling mencintai.. " ujarnya lalu melirik ohno
"o-chan.. bukannya ini kabar yang menggembirakan.. akhirnya Jun dan Mao memiliki hubungan yang semakin jelas.. kamu juga ikut senang kan.."
"yaaa.. aku senang.. tapi kan masalahnya ngga segampang itu..."
ohno memandang Jun lagi.. kali ini pandangannya sangat serius...
"Jun.. kamu sudah bicara dengan manajemen..?" tanyanya..
Jun menggelengkan kepalanya..
"aku belum beri tau siapapun di manajemen mengenai rencanaku ini.." katanya..
"kenapa kamu ngga bicara dulu dengan kita..?" tanya ohno lagi..
"soal itu sory banget.. tapi Aiba dan Sho udah tau tentang rencanaku ini.. aku sudah minta pendapat mereka.." katanya..
"apa..?? Aiba dan Sho sudah tau..? lalu hanya aku dan Nino yang ngga kamu kasih tau..?" tanyanya dengan mata melotot seolah ngga terima kalo Jun tidak melibatkan dirinya untuk berdiskusi..
"sory.. sory.. saat itu kamu dan nino memang sedang sibuk dan aku ngga ingin mengganggu kalian.. tapi sekarang kan kamu tau juga.."
"ya beda.. tadi kalo aku ngga ngeliat barang barang itu.. mungkin kamu ngga akan cerita.."
Shun memegang pundak ohno mencoba menenangkannya..
"yang penting kan sekarang kamu tau O-chan.. dan kita dukung aja keputusan mereka.."
Ohno memandang Shun lalu berkata..
"Shun.. kamu bisa bilang itu karna kamu diluar JE.. kamu tau kita ngga sebebas kalian menentukan satu putusan.. apalagi ini mengenai hidup bersama seorang wanita.."
Jun menggeser kursinya lebih dekat dengan ohno..
"riida.. kamu tau aku kan..?" tanyanya... yang dijawab ohno dengan anggukan
"kapan aku pernah memutuskan sesuatu tanpa berpikir panjang..? kamu kenal aku.. aku akan bertanggung jawab dengan putusan yang aku ambil.. aku sudah mempertimbangkan segala sesuatunya dengan sangat hati hati.. dan aku sangat mempertimbangkan kepentingan Arashi juga saat aku memutuskan ini... aku pastikan tidak akan membuat nama Arashi tercoreng.. aku berani untuk mempertanggung jawabkan semuanya.. "katanya lagi panjang..
ohno terdiam sejenak lalu bertanya dengan suara pelan..
"kamu yakin sudah membuat keputusan yang tepat untuk kamu dan Mao..?"
"sangat yakin.." jawab Jun..
"aku lama memikirkan hal ini.. sama lamanya saat aku memutuskan pacaran dengannya.."
ohno mengangguk2an kepalnya mencoba memahami keputusan Jun
"baiklah.." katanya..
"tapi apa kamu sudah siap jika Johnny mengetahui ini..?"
"aku siap.." jawab Jun...
"jika johnny keberatan dengan keputusanku.. aku punya kamu, Aiba, Sho dan Nino yang pastinya akan membelaku.." lanjutnya..
"terutama kamu riida.. aku yakin kamu pasti dukung aku dan Mao sepenuhnya.."
"kenapa aku yang terutama..?" tanya ohno
"yaaaaa... karna kamu seorang riida..." celetuk Shun
"Jun.. aku siap mati matian bejuang dibelakangmu... mendukungmu dan Mao dengan segenap jiwa raga.." lanjut shun dengan canda tangan dikepalkan di dada...
lalu melirik ohno..
"kamu juga kan o-chan..?" tanyanya sambil menyenggol lengan ohno dengan sikutnya...
"mmm... gambare yoo.. Jun.." ohno akhirnya memberikan restu dan juga dukungannya pada Jun dan Mao..


Jun dan Mao menikmati malam Valentine mereka di Apartemen Mao..
malam itu Mao dan Jun makan malam dengan hidangan special yang Mao buatkan untuk Jun..
dan seperti biasanya tradisi di hari Valentine tentunya Mao tidak lupa juga membuatkan coklat untuk Jun.. coklat yang terasa sangat istimewa bagi Jun..
"setiap gigitan dari coklat yang kamu buat ini.. membawa kembali kenangan ke awal pertemuan kita.." kata Jun saat ia sedang menikmati coklat buatan Mao dengan duduk santai di sofa..
"aku masih inget rasa coklat yang pertama kamu beri buatku.." katanya lagi..
Mao yang duduk dibawahnya meliriknya sebentar dan tersenyum tangannya asik membuka bungkusan yang Jun bawa sebagai hadiah Valentine untuknya..
ia mulai mengeluarkan isi dari bungusan itu.. sebuah Mug bergambar beruang dengan hati berwarna pink.. sebuah handuk berwarna pink dan juga sikat gigi berwarna pink..
ia melirik Jun dengan matanya yang penuh tanda tanya
Jun tersenyum lalu turun dari sofa dan duduk disamping Mao..
"aku punya pasangannya ditempatku.." katanya lalu ia menunjuk sebuah benda yang ia tempelkan didalam Mug.. sebuah kunci..
Mao mencabut kunci itu lalu memandang Jun...
"ini..?" tanyanya...
Jun tersenyum lalu mengambil kunci itu dari tangan Mao..
"kamu inget kan kalo aku pernah memintamu untuk tinggal bersamaku.." katanya..
"dan hari ini aku menagih jawabanmu.. aku minta kamu beri jawaban YA.. sebagai hadiah Valentine buatku.." Jun mengambil tangan Mao membuka telapak tangannya dan menaruh kunci itu di telapak tangan Mao...
"aku ingin kamu terima kunci ini.. dan tinggalah bersamaku.." pintanya

Jun menatap lembut Mao yang masih terdiam.. ia meraih dagu Mao dan mendekatkannya ke wajahnya.. Mao membalas tatapan Jun.. hatinya bergetar melihat begitu lembutnya mata Jun..
Mao memang belum memberikan jawaban atas ajakan Jun untuk tinggal bersama beberapa waktu yang lalu.. banyak hal yang ia harus pertimbangakan sebelum menerimanya..
tapi kali ini hatinya sudah sepenuhnya yakin.. Mao tidak ingin berpikir panjang lagi.. Jun telah melamarnya beberapa waktu lalu dan sekarang hanya beberapa langkah lagi bagi mereka menuju gerbang pernikahan.. Jun sangat mencintainya dan ia pun sangat mencintai Jun.. jadi tidak ada jawaban lain selain YA..

Jun masih menatap dalam wajah Mao yang masih terdiam..ia mencoba mencari jawaban dari binar matanya..
lalu Jun tersenyum.. ia tau diamnya Mao adalah Ya, matanya menjawab Ya..
Jun mendekatkan wajahnya lebih dekat lagi lalu mengecup bibir Mao.. Mao tersenyum dan membalas kecupan Jun..
Jun meraih leher Mao lalu menariknya perlahan dan dengan lembut Jun memberikan ciuman dibibir Mao.. ciuman yang sangat dalam.. Mao memejamkan matanya membalas ciuman Jun dan larut dalam kehangatan yang Jun berikan.. Jun tersenyum dalam hatinya.. balasan Mao ini adalah jawaban untuk permintaannya... ia bahagia sekali... ia menarik tubuh mao agar lebih dekat lagi dan memeluknya dengan erat...
"arigatou.." bisiknya mesra ditelinga Mao.. baginya ini hadiah valentine yang terindah yang ia dapatkan dari Mao.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar