Pesawat yang membawa rombongan Arashi telah meninggalkan landasan pacu bandara tokyo menuju Shanghai china... cuaca hari itu terlihat sangat cerah tanpa sedikitpun awan yang menutupi kota Tokyo... sayangnya suasana itu tidak mampu mengobati suasana hati Jun yang sejak tiba di Bandara tadi pagi terlihat mendung...
sejak pagi Jun mencoba mengontak Mao... tapi panggilannya tidak satupun dijawab dan message pun tidak dibalas sampai waktu dia harus masuk kedalam pesawat...
hatinya terus bertanya2 ada apa dengan Mao...? bahkan dari semalam Jun tidak mendapat kabar dari Mao...
ini tidak seperti biasanya, Mao selalu menghubunginya atau meninggalkan voice message setiap malam sebelum berangkat tidur walaupun hanya pesan singkat seperti "jangan terlalu cape sayang..." "jaga kesehatan..." atau " I love u..."
tapi malam itu tidak satupun pesan atau misscall dari Mao yang masuk ke HP Jun justru disaat mereka akan berpisah untuk beberapa hari...
hal ini benar2 membuat Jun merasa khawatir... Jun ingat terakhir mereka bicara via telpon kemaren siang saat itu Mao dalam perjalanan ke tempat latihan untuk berlatih wushu sebagai persiapan shooting Anmitsu2
saat itu rasanya tidak ada hal yang aneh... mereka bicara seperti biasanya... Mao pun terdengar semangat menceritakan tentang rule baru dari dorama yang akan dia mainkan.. tapi malam harinya dan sampai detik ini Mao bagai hilang ditelan bumi...
selama perjalanan Jun lebih banyak terdiam, ANOS yang memperhatikan Jun sejak pagi tadi tidak satupun yang berani mengajaknya bicara...
setelah beberapa jam diudara akhirnya pesawat tiba di bandara shanghai
suasana Bandara saat itu hiruk pikuk sangat berbeda dari biasanya... hari itu banyak sekali gadis2 muda berpenampilan modis berkerumun terutama didepan pintu kedatangan dengan membawa spanduk yang bertuliskan "we love u ARASHI"... "WELCOME ARASHI.." dan lain lain
mereka adalah fan2 Arashi yang sedari pagi sudah menunggu kedatangan Arashi di Bandara dan berharap dapat melihat dan menyapa secara langsung Aiba, Jun, Nino, Sho dan Ohno...
setelah menunggu cukup lama akhirnya Anak2 Arashi satu persatu keluar dari ruang pemeriksaan keimigrasian dan setelah mengecek bagasi dan lain2 rombongan keluar melalui pintu kedatangan...
melihat kerumunan fans yang luar biasa banyak dan heboh anak2 ARASHI membalas mereka dengan senyum dan lambaian tangan termasuk Jun yang saat itu sebenarnya sangat tidak berminat untuk menyapa tapi karna dia harus menunjukan sikap profesionalisme saja dia terpaksa melakukan itu demi ARASHI dan juga demi para fans
setelah melalui hiruk pikuk dan histeria para fans, akhirnya Anak2 Arashi dapat meninggalkan Bandara menuju hotel dengan pengawalan ketat dan setibanya di hotel mereka langsung disodori jadwal yang harus mereka ikuti dari panitia seperti makan siang bersama yang diliput oleh TV lokal dan juga wawancara
dan selanjutnya setelah beristirahat sebentar diteruskan dengan latihan...
dengan jadwal yang demikian ketat Jun mau tidak mau harus mengenyampingkan persoalannya sejenak dan berkonsentrasi penuh dengan concert Arashi apalagi dia sebagai concert leader punya tanggungjawab penuh agar concert berjalan sempurna
Jun berusaha meyakinkan hatinya kalo Mao pasti baik2 saja dan untuk sementara ia harus melupakan Mao sejenak dan mulai untuk memikirkan concert besok malam
latihan hari itu cukup singkat Jun hanya memberikan beberapa instruksi umum yang harus diingat teman2nya
walaupun hari itu bukan latihan sebenarnya, tetapi lumayan membuat anak2 Arashi kelelahan sehingga mereka memutuskan malam itu untuk istirahat lebih awal agar besok paginya bisa melanjutkan latihan kembali lalu siang gladiresik dan selanjutnya concert malam harinya...
malam itu Jun dipersilahkan teman2nya untuk menempati kamar sendiri...
tumben biasanya mereka melakukan junken pon untuk memilih siapa diantara mereka yang bebas menempati kamar sendirian sedangkan yang lainnya berdua... tapi kali ini teman2nya dengan senang hati memberikan itu pada Jun...
untung juga pikirnya dengan begitu dia bisa dengan leluasa menghubungi Mao...
Jun bergegas menuju kamarnya dia ingin segera mencoba kembali mengontak Mao...
saat Jun membuka pintu kamar, tiba2 ia dikejutkan dengan suara yang sangat dikenalnya
"Youkoso..."
Jun tertegun sejenak tidak percaya dengan apa yang dilihatnya... sosok mungil yang sedari pagi mengganggu pikirannya kini ada dihadapannya..
ya.. Mao dengan senyuman manisnya sudah berdiri dihadapannya dan menyapanya
"Youkoso..." sapa Mao sekali lagi...
Jun diam tidak membalas... wajahnya terlihat dingin dia menghiraukan Mao dan berjalan menuju sofa tapi langkahnya terhenti melihat sebuah tart kecil berbentuk hati yang dipenuhi strowbery dan diatasnya ada sebuah lilin...
"ada apa ini ?" tanyanya...
Mao berjalan mengikuti dari belakang lalu mengambil korek dan menyalakan lilinnya
"ini sebuah perayaan..." katanya masih dengan senyum manisnya
"HAH..." Jun tidak mengerti apa yang dimaksud Mao dgn perayaan... perayaan apa? ini bukan hari mereka jadian ini bukan hari ulang tahunnya ataupun Ulang Tahun Mao...
"ini perayaan hari pertama kita kencan... ayo kita tiup..."
Mao mengangkat tart itu lalu menyodorkan ke Jun
Jun terdiam sejenak mencoba mengingat2...
rasanya itu sudah lama sekali terjadi, itu terjadi sehari setelah selesai shooting HYD... 3 tahun yang lalu... dan itu adalah makan malam pertama mereka dengan suasana yang romantis... itu memang kencan pertama mereka walaupun setelah malam itu mereka terpisah beberapa waktu oleh kesibukan masing2 tetapi jun tidak menyangka kalo dia dan Mao dapat menjalani hubungan special mereka selama 3 tahun ini tanpa halangan berarti... dan bahkan sudah setahun Mao resmi menjadi kekasihnya...
Jun tersenyum mengingatnya...
tapi kemudian bertanya... "apa perlu kita merayakan hal seperti itu...?"
"mmmm... perlu... mulai sekarang kamu harus mengingat tanggal2 special kita..." jawab Mao sambil menyodorkan tart lebih dekat lagi dan memberi isyarat pada Jun untuk meniupnya bersama2...
...PUUUFFFHH...." mereka meniup lilin bersama2
setelah itu Mao mengambil tasnya yang tergeletak ditempat tidur dan Jun duduk di sofa memperhatikan Mao yang sedang mencari sesuatu didalam tas...
"hei... kenapa seharian ini kamu sulit aku hubungi...?" tanya Jun dengan nada yang terdengar kesal
"kamu terima messageku kan...? aku khawatir seharian memikirkan kamu..."
Mao hanya tersenyum lalu duduk disampingnya sambil memperlihatkan sebuah rekaman video dari PDA nya...
video itu kiriman nino yang dia terima beberapa jam yang lalu isinya adalah perjalanan Arashi dari Tokyo sampai latihan tadi tapi semua yang terekam di video itu adalah wajah Jun yang sedang kesal... sehingga terlihat ke do's-annya
"aku kangen ekspresimu yang seperti ini... karna itu aku minta Nino merekamkan untukku..." kata Mao sambil menunjuk wajah do's Jun di screen...
"dame... nino... " Jun baru menyadari mengapa latihan kali ini ANOS sepertinya sengaja bikin dia kesel mulai dari o-chan yang sering lupa harus move kemana... Aiba dan Sho yang terus2an becanda dengan saling lempar teka teki konyol... Nino yang sibuk dengan kamera ternyata semua untuk ini...
"jadi... kamu sengaja seharian ini membuat aku kesal dan meminta ANOS untuk menbantumu...?"
Mao tertawa kecil sambil mengangguk...
"kamu terlihat sangat cool dengan ekspesimu itu... "
ia menyandarkan kepalanya dengan manja di bahu Jun
"itu mengingatkan aku pada pertemuan pertama kita... saat itu kamu masuk ke ruang audisi dengan wajah seperti itu... itu kesan pertama yang aku tangkap dari seorang Matsumoto Jun... sombong dan angkuh... ngga kebayang aku bisa jatuh cinta pada sosok seperti itu... " jelas mao panjang...
"mmmm... jadi kamu lebih suka aku yang seperti itu...?" tanya Jun...
"bukan... bukan begitu... aku lebih suka kamu yang penuh dengan senyum seperti ini..."
Mao menarik kedua belah pipi Jun keatas sehingga bibirnya membentuk senyuman...
"tapi aku juga suka dengan ekspresi marahmu... "
"o'ya...? lalu apalagi yang membuat kamu suka padaku...?" tanya Jun lagi...
"semuanya..." jawab Mao cepat...
"aku suka semuanya.... aku suka saat kamu tersenyum... aku suka saat kamu tertawa... aku suka saat kamu serius terutama saat memikirkan sesuatu... "
lalu Mao beranjak dari tempat duduknya dan memperagakan adegan Jun yang sedang marah pada Aiba seperti di video tadi yang membuat Jun tertawa terbahak...
"aku suka saat kamu marah2 walau terkadang menyeramkan..."
Jun meraih tangan Mao dan menariknya untuk duduk dipangkuannya
ia menatap wajah Mao lembut...
"aku suka tatapanmu yang seperti ini..." lanjut mao jarinya menyentuh lembut alis dan mata Jun lalu bergerak kebawah menyentuh bibir Jun... "aku suka dengan..." belum habis mao dengan kata2nya Jun sudah menariknya dan menciumnya mesra...
"kamu udah ngga marah lagi...?" tanya Mao setelah Jun melepas ciumannya...
Jun tersenyum lalu menggelangkan kepala..
"aku ngga akan bisa marah dengan malaikat cantik yang selalu membuat aku tersenyum seperti ini..." katanya dengan suara lembut...
"tapi..." lanjutnya....
"kamu sudah membuat aku khawatir sepanjang hari ini... dan untuk itu kamu harus membayarnya..."
Jun mengangkat Mao dan membawanya ke tempat tidur... teriakan Mao yang memintanya untuk menurunkannya tidak dihiraukannya... malam itu hati jun diliputi perasaan yang sangat bahagia...
wanita yang dicintainya ada bersamanya... menemaninya...
semua kekesalan dan kekhawatirannya selama seharian itu sudah terobati dan kini berganti dengan kebahagiaan..
Senin, 29 Desember 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
omaygat!!
BalasHapussumpah doki" jadinyaa..
tapi yg malem", jun bawa mao chan ke tmpat tdur itu..
mereka mau ngapaiin?? :P
*pake emo fi yg msum* [on][on]
~shun_jun~
yeeeaah ni anak kecil..
BalasHapusjelaz mo bobo dong.. mang mo ngapain lagii.. :D
si Jun kan dah cape dari tokyo langsung jumpa pers trus latihan.. mana besoknya jadwal full lagi moso mo begadang ama Mao.. :))