Jun, Aiba dan Sho sedang mengedit lirik lagu untuk solo mereka yang akan dimasukkan di album Arashi yang akan datang
diruangan lainnya nino dan ohno asiek bercanda dengan Mio...
hari itu Jun sengaja membawa mio ke studio karna Mao harus keluar kota untuk keperluan shooting CM terbarunya...
bagi Jun tidak sulit untuk membawa Mio ketempatnya bekerja ntah itu di studio atau di locasi shooting sekalipun karna mio anak yang sangat manis dan tidak merepotkan, biasanya dia akan duduk dengan tenang selama papanya bekerja atau dia bermain dengan crew atau staff yang dikenalnya
pergi menemani papanya bekerja adalah hal yang menyenangkan bagi mio terlebih jika ada ANOS karna Mio sudah sangat akrab dan senang sekali dengan keempatnya
"mio... liat sini... om nino bisa ilangin uang ini... " nino menunjukan uang coin pecahan 10 yen lalu menghilangkannya dengan tanga kosong... "bimsalabim...."
"eeee... uang nya mana om..." tanya Mio keheranan...
"disini...." tangan nino bergerak kebelakang kuping mio dan tiba2 uang itu sudah ada ditangan Nino...
melihat itu Mio langsung bertepuk tangan sambil lompat2...
"hyeeeeyyyy... uangnya ada lagi... uangnya ngga jadi ilang ya oom... ?" tanyanya polos...
"ngga... malah uangnya nambah lagi tuh ada ditangan Mio... coba sini tangannya..."
mio memberikan tangannya dan benar saja coin lain ada ditangan mio... kali ini mio menjerit kegirangan
"oom nino jago kan...? kasih oom nino sun dong..." pinta nino
mio mendekati nino dan memberinya ciuman dipipi... tapi kemudian matanya tertuju pada ohno yang sedang menggambar seorang gadis cilik yang terlihat sangat manis dengan dua ekor kuda dan mata yang bulat bersinar... mio menghampirinya dan bertanya...
"ini mio ya oom...?"
"heemmm siapalagi... ngga ada anak lain yang semanis mio..."
mio tersenyum senang...
sudah banyak sekali ohno menggambar wajah mio dengan berbagai ekspresi... mio yang sedang tertawa lebar... mio yang sedang tersenyum... mio yang sedang cemberut... menangis...
semua gambar yang ohno buat disimpan mio dalam satu tempat... dan setiap ada yang datang kerumah, mio akan pamerkan gambar2 itu dengan bangganya...
"yaaaa... dah jadi nih... gimana... cantik kan...?" ohno menyerahkan gambar itu ke mio...
mio tersenyum... seperti biasa wajahnya tersipu2 dengan matanya berbinar melihat dirinya dalam bentuk kartun yang sangat lucu...
"ayo... sekarang gantian mio yang gambar ya..." ohno menyerahkan alat2 gambarnya ke mio...
Mio segera mengambil alat gambar yang disodorkan ohno dan mulai menggambar...
tidak lama kemudian Aiba datang bergabung dengan mereka...
"mio... lagi gambar siapa tuh?" tanyanya melihat gambar yang sedang dibuat mio...
"oom ono..." jawab mio sambil terus asiek memberi warna pada gambarnya
"oom aiba mau dong dibikin juga..." pinta aiba
"oom aiba bikin sendiri aja... ini kertasnya..." mio lalu beranjak mengambil kertas kosong dari tasnya lalu memberikan ke Aiba dan kembali menyelesaikan gambarnya...
Aiba cuman terbengong dengan wajah bakanya, ohno tertawa terpingkal melihat kebakaan Aiba...
lalu kemudian nino nyeletuk...
"oom nino aja kalo gitu... ntar kalo gambar oom ohno selesai gantian oom nino ya..."
Mio tidak menjawab hanya kepalanya digelengkan perhatiannya tetap tertuju pada gambar
"kok mio gitu sih sama oom nino... kita kan cs-an... mio ngga adil nih ama oom nino" protes nino...
Mio menoleh sebentar
"Mio cuman mau bikin gambar oom ono aja kok... oom Aiba ama OOm nino gambar sendiri aja"
lalu kembali pandangannya ke gambar
"mio lebih sayang ama oom ohno ya dari pada oom nino?" lanjut nino...
mio menganggukan kepalanya...
"lho mio kok gitu... oom nino kan yang lebih sayang ama mio... mio inget ngga yang paling sering nemenin mio kan oom nino... nganterin mio kesekolah kalo mama dan papa lagi sibuk... dan lagi... dulu waktu mio lahir oom nino juga yang nemenin papa semalaman... jadi sebelum om yang lain kenal mio... mio udah kenal om nino duluan... harusnya mio lebih sayang ama oom nino dong... "
ohno tertawa sambil ujung lidahnya dia julurkan meledek aiba dan nino... Aiba langsung menariknya dari belakang dan mereka berdua terjatuh disofa...
"mio... tolong mio..." teriak ohno dibawah tindihan Aiba...
mio segera melompat kepunggung Aiba mencoba menyelamatkan ohno sambil teriak...
"oom Aiba jangan oom... kasian oom ono..."
"iya... iya... ampun mio... oom aiba lepasin deh..." Aiba kemudian melepaskan ohno
"hyaaa... makasih mio... cess dulu..." tangan mio dan ohno saling bertepuk...
Jun dan sho yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya segera keluar dari ruangannya melihat kegaduhan diruang sebelah...
"ada apa ini... kok berisik banget...?" tanya Jun
"ano Jun... masa mio lebih sayang ama oom ohno daripada kita ber2... aneh kan... selama ini rasanya om ohno deh yang jarang nemenin mio... lebih milih memancing daripada kumpul bareng... bisa2nya mio lebih memilih dom ohno " jelas nino
Jun menghampiri mio dan membelai rambutnya...
"iya sayang...?" tanyanya dengan senyum...
mio mengangguk mengiyakan...
sho menghampiri nino sambil tertawa...
"no... anak kecil itu lebih polos... mereka bicara dengan hatinya..." katanya
"jadi cuman perasaanmu aja yang merasa paling sayang ama mio... kita juga semua sayang ama dia kok..."
"mio merasa kan kalo semua oom disini sayang ama mio?" tanya sho ke mio...
mio menganggukan kepala lalu duduk dipangkuan papanya...
"aku kan dah pernah bilang... buruan kalian menikah dan punya anak... jadi ngga tiap hari rebutan Mio..." saran jun...
mendengar papanya bicara mio menoleh ke wajah papanya dan bertanya
"menikah itu apa papa?"
Jun nampak bingung dengan pertanyaan mio tapi kemudian dia memberikan penjelasan...
"menikah itu artinya dua orang dewasa pria dan wanita yang saling menyayangi tinggal bersama dalam satu rumah... seperti papa dan mama..."
mio terdiam sebentar lalu
"kalo gitu nanti kalo Mio dewasa mio mau menikah ama oom ono..." katanya polos yang membuat syok bukan hanya papanya tapi semua oom2 nya termasuk ohno nya sendiri...
"are...??" ohno kaget.. tangannya menunjuk dirinya sendiri... lalu menggaruk2 kepalanya...
semua mata memandang ohno dengan pandangan kaget... terutama Jun
kening Jun terlihat berkerut dan tatapan matanya seolah sedang mengintrogasinya...
"ano... aku ngga tau apa2... aku ngga pernah pengaruhi Mio..." ohno mencoba memberi penjelasan ke Jun wajahnya terlihat takut jun bisa meledak sewaktu2
sho kemudian membawa mio untuk duduk didekatnya...
"mio... dengerin oom ya..." katanya lembut...
"oom ono sekarang kan udah dewasa dan mio masih kecil... nanti kalo mio dewasa otomatis oom ohno akan menjadi tua seperti kake inoue dan kake matsumoto... ngga mungkin kan mio menikah dengan kake2... mio nanti kalo dewasa akan menikah dengan pria yang sebaya dengan mio... " sho mencoba menjelaskan dengan pelan agar mio mengerti maksudnya...
mio terdiam sejenak tapi kemudian dia tertawa geli...
"jadi nanti oom ono kaya kake inoue dong? rambutnya putih semua... dan pake kaca mata?" tanya nya...
sho mengangguk
lalu mio berpindah kembali kepangkuan papanya... dan memegang rambut papanya...
"papa juga nanti akan jadi kake2 ya..." tanyanya...
"he em..." jawab Jun...
"oom Nino juga...?... om Aiba juga...? om sho juga...?" lanjutnya...
jun mengangguk mengiyakan...
kemudian mio kembali ke gambarnya yang belum selesai dan melanjutkan menggambar...
dia seolah telah melupakan pernyataanya tadi yang sempat membuat papa dan oom2nya shok...
dan ohno terlihat lega karna selamat dari amukan jun... dia melirik ke Sho dan tersenyum seolah ingin mengatakan thanks pada sho...
Senin, 29 Desember 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar