"ayooo.. ooom.. kuda2an lagi..."
suara gadis kecil yang sangat akrab ditelinga Jun membangunkannya dari tidur...
"nah yang ini namanya kuda lumping... kudanya orang indonesia.. "
kali ini suara pria dewasa yang juga amat dikenalnya membuat Jun beranjak dari tempat tidurnya dan langsung menuju jendela kamar untuk melihat ada apa sebenernya diluar sana...
dilihatnya Mio gadis kecilnya sedang asik bermain kuda2an dengan Aiba...
sho, o-chan dan nino terlihat duduk2 sambil tertawa memperhatikan tingkah polah Aiba dan Mio...
kamar Jun memang tidak jauh dari pekarangan belakang tempat kelimanya bermain hanya dipisah oleh kolam renang saja sehingga suara canda mereka sangat jelas terdengar kekamarnya...
Jun melihat jam di dinding
"hmmm... jam 9 pagi... ngapain mereka udah ada disini sepagi ini...?" tanyanya dalam hati...
mereka baru saja berpisah jam 2 tadi setelah kembali dari concert di Yokohama.... dan pagi2 begini keempat rekannya itu sudah berada dirumahnya
"mengganggu saja..." pikirnya
Jun memang merasa sangat tergaggu dia baru saja terlelap sekitar jam 4 pagi dan sekarang dia sudah terbangun lagi oleh suara2 berisik dari keempat rekannya itu terutama suara Aiba yang terdengar paling ramai...
jun bergegas keluar kamarnya menuju pekarangan untuk menemui mereka...
"wooyyy... ngapain kalian disini...?" tanyanya dengan nada yang tidak bersahabat
"oh, hai... kita kesini untuk menemui Mio... kangen rasanya hampir dua minggu ngga ketemu dia..." jawab sho...
"haeee..." timpa yang lainnya
'kalian bawain lagi dia mainan...?" tanya jun lagi melihat bungkusan yang berserakan dilantai dan terlihat sudah dibongkar...
Jun mendekati bungusan itu dan memeriksa apa saja yang dibawa rekan2nya untuk Mio...
"woyyy... Riida... kamu pikir anakku cowo...? untuk apa kamu kasih dia pancingan seperti ini...?"
"eeeh, memancing itu bukan buat cowo aja Jun... jangan kuper deh... cewe juga banyak yang hobby..."
"iyaaa... tapi aku ngga akan biarkan anakku punya hobby yang sama denganmu... kamu mau bikin kulit Mio gosong kaya kamu apa...?
"dan ini...?" mata Jun tertuju pada gameboy lalu berlalih ke Nino... "bukannya kamu dah kasih dia DS kemaren... buat apalagi ini?"
"o'ya... aku lupa dah pernah kasih DS ke Mio... tapi ngga apa2 yang ini permainannya lucu... iya kan Mio.. ?" Mio yang ditanya Nino berlari mendekat dan mengambil gameboy dari tangan Jun...
"iya papa... ini lucu... ada putri dan pangerannya... " kemudian dia asiek memijit2 tombol permainan...
"Jun.. aku bawain buku bacaan yang bagus buat Mio..." Sho segera menunjukan buku yang dia bawa sebelum Jun berkomentar apa2...
"kalian jangan terlalu sering kasih Mio mainan deh... mainannya dah segudang... lagipula kebanyakan bermain aku sulit menerapkan disiplin kepadanya..."
lalu Aiba mendekati Jun dan mengangkat kedua tangannya keatas sambil berkata... "he he.. tenang Jun aku ngga bawa2 apa2 kok..."
"o'ya....? tapi barusan permainan apa yang kamu ajarkan ke Mio...? jangan ajari Mio permainan yang aneh2..."
"eee... nggak... nggak... emang aku ngajarin apaan...?" elak Aiba sambil menggaruk2 kepalanya yang tidak gatal...
tidak berapa lama seorang wanita cantik dengan senyum hangat menghampiri mereka sambil membawakan makanan ringan dan minuman hangat untuk semua...
"pagi sayang..." sapanya ke Jun
"ini untukmu..." ia menyodorkan segelas coffee hangat ke Jun lalu mengecup pipinya...
"kenapa sih pagi2 dah marah2...?" tanyanya...
yang segera dijawab oleh Sho
"Mao... ini kan bukan sesuatu yang aneh kalo Jun pagi2 dah marah2... kita semua dah terbiasa dengan itu... "
"kalo suamimu pagi2 pasang tampang manis itu baru aneh dan perlu diperiksa kedokter..." sambung Nino lagi... yang diikuti tawa keempatnya...
"BERISIK..." potong jun cepat
"yang membuat moodku ngga bagus pagi ini juga kalian... pertama kalian sepagi ini sudah membuat keributan yang membuat tidurku terganggu... kedua kalian mencoba mencuri hati Mio dariku dengan mainan2 yang kalian bawa ini..."
Mao tersenyum geli melihat tingkah suaminya pagi ini... dia menepuk lembut pundak Jun mencoba menenangkan...
"udah deh... jangan kaya anak kecil gini..."
lalu dia mendekati Mio yang masih asiek dengan gameboy ditangannya...
"Mio... sini sayang... mama blon denger kamu sapa papamu pagi ini... say I love U to papa... biar Do's papamu itu hilang... "
Mao menggendong Mio dan mendekatkannya ke Jun...
"I love u papa..." Mio mengikuti perintah mamanya sambil memeluk dan mengecup pipi papanya
"I love u too..." balas Jun dan memberikan kecupan dikening Mio...
"Mio sekarang bantu mama didalam ya... kita biarkan pria2 dewasa ini berbicara dengan cara yang dewasa..." ajak Mao ke Mio lalu mereka meninggalkan kelimanya
Jun duduk disamping Nino sambil menikmati kelezatan coffe buatan Mao...
coffe yang Mao sediakan ini memang istimewa karna cukup sulit Mao mencari coffe yang bisa memenuhi selera Jun tapi rendah kafeinnya... Mao yang sangat konsen terhadap makanan sehat tidak ingin Jun terlalu banyak mengkonsumsi makanan atau minuman yang kurang baik untuk kesehatannya...
dan setelah hunting beberapa merk akhirnya Mao menemukan coffe sehat yang sesuai dengan selera Jun...
"eeh... apa kalian ngga ada kegiatan kok pada kompak pagi2 udah kerumahku...?" Jun membuka pembicaraan yang sempat terhenti karna masing2 asiek menikmati minumannya
"ngga ada... aku emang udah niat dari kemarin ingin main sama Mio..." jawab sho...
lalu yang lainnya serempak menggelengkan kepala... mereka memang sedang tidak punya kegiatan apapun dan rumah Jun adalah tempat yang sangat nyaman untuk bersantai dan beristirahat... sembari bisa bercengkrama dengan Mio dan ngobrol dengan Mao adalah hal yang menyenangkan buat mereka berempat...
"yaaahhh.... aku paling betah berlama2 dirumahmu ini Jun... bikin aku pengen cepet2 juga punya keluarga dan memiliki rumah seperti ini..." lanjut sho
"kalian kenapa ngga nikah aja sih...?" tanya Jun lagi...
"ya... pengen sih... tapi sulit mencari perempuan yang benar2 bisa dijadiin istri... apalagi saat kita lagi dipuncak karier seperti ini... sulit menilai apakah mereka benar2 mencintai kita atau hanya karna sesuatu hal...?"
Nino termanggut2 mendengar Sho bicara kemudian dia ikut bicara...
"kalo aku blon terpikir untuk menikah... aku masih belum punya gambaran tentang pernikahan..."
katanya yang diamini oleh Aiba...
sedangkan O-chan nampak serius seperti sedang memikirkan sesuatu... mata Jun, Nino, Aiba dan Sho mengarah ke o-chan menunggu komentar darinya...
merasa diperhatikan teman2nya O-chan jadi salah tingkah...
"are?? kenapa kalian...? ada yang salah denganku...?" tanyanya sambil menunjuk wajanya sendiri
"ei Riida... apa kamu ngga kepikiran untuk menikah...? seharusnya setelah Jun giliran kamu...lagipula diantara kita kamu yang paling tua... "
seloroh aiba
"aaah soal menikah... aku belon kepikiran kesana... aku masih betah sendiri..." jawabnya...
"cuman..." katanya lagi keningnya terlihat berkerut seperti sedang berfikir keras...
"umurku dah tua juga ya... hmmmm... kalo sekarang aja aku masih blon terfikir kesana mo kapan aku merit...?" tanyanya seolah bertanya pada dirinya sendiri...
teman2nya hanya tersenyum melihatnya...
sho mendekatinya dan menepuk pundaknya..
"yah mulailah kita pasang target dari sekarang supaya tahun depan kita susul Jun dan Mao ok..."
hari itu ANOS menghabiskan sepanjang waktu mereka bersama Jun dan keluarga kecilnya... mereka menikmati kebersamaan dengan suasana yang sangat hangat penuh tawa canda
sampai akhirnya mereka harus pamit karna hari sudah malam...
"dadah Mio..." bisik aiba pelan ketelinga Mio yang sudah tertidur didekapan papanya...
"Mao... thanks untuk makanan nya.... aku rasa masakanmu kali ini sudah lebih baik dari Jun..." sho mengedipkan mata lalu melirik ke Jun sambil tertawa...
"bye Mao... bye Jun.. bye mio.." Nino dan o-chan pun ikut pamit...
setelah keempatnya pulang... Jun membawa Mio kekamarnya dan membaringkannya ditempat tidur...
ia memandang lekat gadis ciliknya yang tertidur sangat pulas... wajahnya yang polos terlihat cantik seperti bidadari... ya Mio adalah bidadari ciliknya dia mewarisi mata dan hidung dari Jun... dan bibir dari Mao perpaduan yang sangat sempurna... selain cantik diusianya yang belum genap 3 tahun Mio sudah terlihat sangat cerdas karna itu dia menjadi tumpuan kasih sayang dari orang2 disekitarnya termasuk ANOS yang sangat memanjakan Mio
"kamu senang punya oom sehebat mereka kan Mio...?" Jun membelai lembut rambut mio lalu menyelimutinya dan mengecup keningnya...
"selamat tidur... mimpi yang indah sayang..." bisiknya lalu Jun beranjak dari sisi tempat tidur Mio...
mematikan lampu kamar dan menutup rapat kamar Mio lalu segera menuju kamar disebelahnya dimana Mao sudah menunggu
Jun amat bersyukur Tuhan telah memberinya dua orang yang sangat berharga untuk dijaganya yaitu Mio dan Mao...
Senin, 29 Desember 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
kamaay~~
BalasHapusmw duun,,dipelok ma dikecup pipinya ma papi jun
heuheueh