Waktu sudah menunjukan pukul 11 malam dan Mao masih asiek berkutat dengan paper yang sedang disusunnya...
ngga terasa dia berhadapan dengan notebooknya sejak sore tadi...
"huuuuuuh.... pegel juga..." Mao merentangkan kedua tangannya mencoba mengendorkan otot2nya yang tegang...
kemudian meraih gelas yang yang telah kosong dihadapannya dan beranjak menuju lemari es
saat dia menuangkan juice ke gelasnya tiba2 HP nya berbunyi...
dari sakurako... hmmm ada apa malam2 begini dia telpon? gumamnya
"ya haloo....!" sesaat setelah dia mebuka HP nya...
"Mao... cek Gendai.net...! ada beritamu dan Jun... mereka telah memberitakan kalian... dan itu sudah tersebar juga ke website yang lain" terdengar suara sakurako diseberang sana... Mao bergegas kembali menuju NB nya dan membuka website yang dimaksud sakurako...
dan matanya ngga berkedip membaca kalimat perkalimat, benar saja rumor tentang kedekatannya dengan Jun sedang merebak di Internet mereka dikabarkan berkencan secara sembunyi2...
Mao menghela nafas... akhirnya kekuatiran dia selama ini terjadi juga....
dia dan Jun sudah sedemikian hati2 agar hubungan mereka tidak diketahui public tapi kini rumor tentang hubungan mereka sudah tercium public...
ntah apa yang akan terjadi dengan mereka berdua setelah hal ini menyeruak, apalagi mengingat menagement dia dan juga Jun sangat ketat dalam hal ini...
Mao segera meraih HP nya dan memijit nomor Jun...
"ya haloooo..." terdengar suara Jun diseberang sana... "Mao... ada apa?"
"Jun.. sudah baca website Gendai? ada berita kita disana..."
"hmmm... aku tau dan aku sekarang sedang membicarakan hal itu dengan management..." suara Jun terdengar begitu tenang
"kamu jangan terlalu panik dulu... kita bicarakan hal ini nanti... aku akan call balik setelah aku selesai disini... Ok..." Jun menutup telponnya...
Mao tau ini adalah masalah besar baginya dan Jun tapi mendengar suara Jun yang tetap tenang membuatnya sedikit tenang juga walaupun dibenaknya masih bertanya2 apa yang akan terjadi selanjutnya...
malam itu dia sulit sekali untuk memejamkan matanya... HP masih digenggamannya
"jun... cepat telpon aku.." gumamnya tidak sabar menunggu kabar dari Jun...
saat dirinya mulai terlelap sebentar tiba2 HPnya berbunyi...
sesaat dia terbangun dan segera membukanya... dia melihat jam di HP sudah menunjukan pukul 4.30 pagi...
"ya Jun..." jawabnya segera
"Mao... turun lah... aku menunggumu dibawah..." terdengar suara Jun diseberang sana
Mao segera meraih sweaternya dan bergegas keluar apartementnya...
dia menuju mobil Jun yang terparkir diseberang jalan... Jun segera membukakan pintu mobil dari dalam...
"masuklah..."
lalu Jun menjalankan mobilnya segera...
"Jun... bagaimana? tanya Mao sesaat setelah mobilnya melaju....
Jun memandang wajah mao sebentar lalu kembali memperhatikan jalan didepan...
"ngga ada yang perlu dikhawatirkan... semua akan baik2 aja... aku janji..."
"tapi aku rasa manajement mu tidak akan tinggal diam karna masalah ini kan...?" nada mao terdengar sangat khawatir...
"apa mereka akan melarangmu untuk bertemu aku? mereka pasti memintamu untuk menjauhi aku kan? atau melarang kita untuk terlibat dalam project yang sama lagi...? tanyanya beruntun...
Jun memarkirkan mobilnya ditepian sungai dihadapan mereka masih terlihat sebagian lampu2 gedung yang masih menyala pemandangan malam menjelang pagi yang indah...
"aku tidak akan membiarkan itu terjadi Mao..." Jun memandang Mao yang tertunduk sedih dihadapannya...
"aku telah menceritakan tentang kita kepada mereka... pada akhirnya mereka harus tau kalau kau adalah kekasihku..." lanjut Jun
Mao mengangkat wajahnya... "lalu tanggapan johnny bagaimana?" tanyanya lagi...
"dia belum bereaksi apa2... aku belum tau apa yang akan dia putuskan..."
"dia pasti tidak akan menyetujui hubungan kita kan...?" mata mao terlihat mulai berkaca2
Jun memegang lembut kepala Mao dan berkata "aku ngga perduli dia setuju atau tidak..."
"ini adalah hidupku... dan kamu adalah pilihanku..." wajah Jun mendekat ke wajah Mao...
"untuk hal lain aku akan menurut apapun yang dia perintahkan... tapi untuk hal yang berkaitan denganmu... dia tidak bisa mengaturku... dan aku tidak akan sejengkalpun menjauh darimu" suara Jun terdengar tegas...
"Mao... aku harap kamu tidak menyerah... apapun yang akan terjadi... tetap bersamaku... kita pasti bisa menghadapi ini bersama2"
mata Jun menatap tajam Mao... mereka saling bertatapan...
"aku percaya kita akan baik2 saja... Johnny dan juga fansku... mereka tau kalo kamu yang terbaik untukku... aku yakin mereka akan menerima hubungan kita"
Mao melihat kepercayaan diri Jun yang begitu besar... dan itu memberinya kekuatan penuh untuk tetap berada disampingnya bersama berjuang untuk mempertahankan cinta mereka... Mao merasa bersama Jun semua sepertinya akan baik2 saja...
"Mao... kamu percaya aku kan...?" tatapan mata Jun sangat dalam meyakinkan Mao
Mao memeluk Jun dengan erat... "emmm.. aku percaya Jun..." mereka berpelukan lama....
matahari mulai menampakan dirinya... sinarnya terlihat bagaikan emas menghiasi langit dan kehangatanpun mulai terasa...
Jun melonggarkan pelukannya dan mendekatkan wajahnya ke wajah Mao sangat dekat sampai kening dan hidung mereka bersentuhan lalu Jun berkata setengah berbisik... "aku mencintaimu..." dan Mao pun menjawab "aku juga mencintaimu..." lalu mereka berpelukan kembali disaksikan sang mentari pagi yang indah..
Senin, 29 Desember 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar